Polemik Demokrat Bisa Ditentukan dari Soliditas Seluruh Pengurus Partai

Jum'at, 12 Maret 2021 - 07:38 WIB
Konflik dalam internal Partai Demokrat (PD) memunculkan dualisme kepengurusan partai yakni kubu AHY yang lebih dulu memegang kepengurusan yang sah. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Konflik internal Partai Demokrat (PD) memunculkan dualisme kepengurusan partai yakni kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang lebih dulu memegang kepengurusan yang sah melalui Kongres PD 2020 silam, dan kubu Moeldoko melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Demokrat Akan Ajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke PN Jakpus



Perang opini pun terus dilakukan dua kubu yang berseteru. kubu AHY sudah melaporkan hasil KLB yang dianggap 'abal-abal' itu ke Kemenkumham, KPU dan bahkan menemui Menko Polhukam, Mahfud MD. Sementara, kubu Moeldoko mengaku dalam waktu dekat akan menyerahkan daftar kepengurusan PD versi KLB ke Kemenkumham.

Baca juga: Penyelesaian Konflik Partai Demokrat Sangat Mudah, Begini Caranya

Dosen Politik UIN Jakarta Bakir Ihsan menganggap secara hukum, tidak mungkin muncul dualisme kepengurusan partai, salah satunya pasti gugur demi hukum, kecuali salah satu kubu mau mengubah nama dan logo mereka.

"Secara politik bisa saja muncul dualisme, tapi pada akhirnya akan ditentukan oleh soliditas partai. Adu kuat penataan dan pengelolaan partai," ujarnya saat dihubungi, Jumat (12/3/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!