IDI Ajak Masyarakat Bersatu Mengakhiri Pandemi
Kamis, 11 Maret 2021 - 15:25 WIB
Daeng juga mengungkapkan selain pentingnya masyarakat bersatu dalam mengakhiri pandemi, laporan dari lapangan memberi sinyal kuat bahwa yang memimpin penyelesaian pandemi adalah ilmu pengetahuan. Negara dengan latar belakang politik apa pun, mengikuti sains terbaru untuk menyelesaikan pandemi.
Menurut dia, sejauh ini banyak sekali opini dan spekulasi yang malahan menjauhkan dari penanganan pandemi yang benar terutama dari sudut pandang politik.
"Saatnya kita kembali ke ilmu pengetahuan yang benar,” ungkap Daeng.Baca juga: Ma'ruf Amin Luncurkan Gerakan Nasional Satu Juta Sajadah Pelindung Covid-19
Dia mengatakan, saat ini masyarakat pun harus mengetahui ada ya virus varian baru Covid-19 yang berkembang dan ditemukan di Inggris. Varian baru itu adalah N439K yang sudah menyebar di lebih 30 negara. Sebelumnya pemerintah kita mengumumkan adanya varian B.117.
PB IDI mengimbau agar masyarakat harus mengetahui agar dapat menjaga diri atau mewaspadai dari varian baru yang memiliki sifat berbeda dengan virus yang pernah ada.
“Varian N439K ini ternyata lebih smart dari varian sebelumnya karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat dan tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi,” papar Daeng.Baca juga: Update, 3.827 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri
Menurut dia, sejauh ini banyak sekali opini dan spekulasi yang malahan menjauhkan dari penanganan pandemi yang benar terutama dari sudut pandang politik.
"Saatnya kita kembali ke ilmu pengetahuan yang benar,” ungkap Daeng.Baca juga: Ma'ruf Amin Luncurkan Gerakan Nasional Satu Juta Sajadah Pelindung Covid-19
Dia mengatakan, saat ini masyarakat pun harus mengetahui ada ya virus varian baru Covid-19 yang berkembang dan ditemukan di Inggris. Varian baru itu adalah N439K yang sudah menyebar di lebih 30 negara. Sebelumnya pemerintah kita mengumumkan adanya varian B.117.
PB IDI mengimbau agar masyarakat harus mengetahui agar dapat menjaga diri atau mewaspadai dari varian baru yang memiliki sifat berbeda dengan virus yang pernah ada.
“Varian N439K ini ternyata lebih smart dari varian sebelumnya karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat dan tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi,” papar Daeng.Baca juga: Update, 3.827 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri
Lihat Juga :