Sebanyak 6 Juta Diaspora Siapkan Bantuan untuk Korban PHK Akibat Corona
Senin, 18 Mei 2020 - 16:40 WIB
Ida menambahkan, para diaspora Indonesia yang menyebar di berbagai penjuru dunia menunjukkan kepedulian untuk meringankan beban dari dampak pandemi yang dialami oleh saudara-saudaranya di Tanah Air. “Saya sangat bangga dan terharu karena sesungguhnya para diaspora juga itu terpapar dampak pandemi ini. Namun mereka menunjukkan rasa kepeduliannya kecintaannya yang luar biasa kepada negeri ini,” tegas Ida.
Apalagi, tambah Ida, sebagaimana diketahui bersama Covid-19 dinyatakan oleh WHO sebagai pandemi global. Sebanyak 216 negara terpapar pandemi termasuk negara maju yang mempunyai sistem kesehatan dan ekonomi yang baik.“Semua kelihatan tergopoh-gopoh baik dalam upaya menghalau wabah maupun dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan. Sebelumnya tak pernah dibayangkan secara global tiba-tiba masyarakat dipaksa harus berdian diri di rumah dan dalam jangka waktu yang belum terprediksi,” ungkapnya.
Salah satu dampak yang paling terasa dalam dari stay at home adalah terjadinya pelemahan ekonomi dunia. “PHK tidak terelakkan terjadi di mana-mana, angka pengangguran melonjak, kemiskinan meningkat,” jelas Ida.
Ida mengaku bersyukur hidup di negara yang masih sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan. “Gotong-royong adalah semangat yang diwaris kan nenek moyang kita dalam menghadapi kesulitan dan ujian. Dengan gotong-royong dan solusi itu bisa diupayakan bersama-sama untuk diatasi,” kata Ida.
Dengan donasi dari para diaspora ini, kata Ida menunjukkan Indonesia adalah bangsa yang tidak lupa dengan nilai-nilai ajaran leluhur yang memiliki nilai gotong- royong, peduli dan berbagi.
Apalagi, tambah Ida, sebagaimana diketahui bersama Covid-19 dinyatakan oleh WHO sebagai pandemi global. Sebanyak 216 negara terpapar pandemi termasuk negara maju yang mempunyai sistem kesehatan dan ekonomi yang baik.“Semua kelihatan tergopoh-gopoh baik dalam upaya menghalau wabah maupun dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan. Sebelumnya tak pernah dibayangkan secara global tiba-tiba masyarakat dipaksa harus berdian diri di rumah dan dalam jangka waktu yang belum terprediksi,” ungkapnya.
Salah satu dampak yang paling terasa dalam dari stay at home adalah terjadinya pelemahan ekonomi dunia. “PHK tidak terelakkan terjadi di mana-mana, angka pengangguran melonjak, kemiskinan meningkat,” jelas Ida.
Ida mengaku bersyukur hidup di negara yang masih sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan. “Gotong-royong adalah semangat yang diwaris kan nenek moyang kita dalam menghadapi kesulitan dan ujian. Dengan gotong-royong dan solusi itu bisa diupayakan bersama-sama untuk diatasi,” kata Ida.
Dengan donasi dari para diaspora ini, kata Ida menunjukkan Indonesia adalah bangsa yang tidak lupa dengan nilai-nilai ajaran leluhur yang memiliki nilai gotong- royong, peduli dan berbagi.
(cip)
Lihat Juga :