Sebanyak 6 Juta Diaspora Siapkan Bantuan untuk Korban PHK Akibat Corona

Senin, 18 Mei 2020 - 16:40 WIB
loading...
Sebanyak 6 Juta Diaspora...
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyebut sebanyak 6 juta diaspora Indonesia di berbagai negara menyiapkan bantuan untuk korban PHK akibat Corona. Foto/SINDOnews/binti mufarida
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor, akibatnya banyak masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam rangka membantu masyarakat korban PHK, sebanyak 6 juta Diaspora Indonesia berikan donasi USD50 setiap bulan. (Baca juga: Update Corona 18 Mei: 18.010 Positif, 4.324 Sembuh, dan 1.191 Meninggal Dunia)

“Para diaspora akan membantu pekerja korban PHK atau di rumahkan karena Covid-19 ini melalui program one family to one family. ” ungkap Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (18/5/2020). (Baca juga: BPIP dan MPR Sebut Donasi Rp4 M Wujud Gotong Royong di Tengah Corona)

Ida menyebut, sebanyak 6 juta diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia berpartisipasi dalam program kemanusiaan ini. “Donasinya sebesar USD50 per bulan. Mekanisme bantuan akan disalurkan secara online. Calon donatur akan memilih penerima donasi dengan melihat profil calon penerima melalui www.diasporapedulisehat.id,” jelas Ida. (Baca juga:Lacak Penyebaran Corona, Aplikasi Mandiri Lawan Covid FC19S Diluncurkan)

Ida mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh diaspora Indonesia. “Saya bangga dengan kegiatan yang mengumpulkan donasi dari para diaspora untuk membantu saudara-saudara kita di tanah air yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya para tenaga kerja yang ter PHK atau di rumah kan,” ucapnya.

Ida menambahkan, para diaspora Indonesia yang menyebar di berbagai penjuru dunia menunjukkan kepedulian untuk meringankan beban dari dampak pandemi yang dialami oleh saudara-saudaranya di Tanah Air. “Saya sangat bangga dan terharu karena sesungguhnya para diaspora juga itu terpapar dampak pandemi ini. Namun mereka menunjukkan rasa kepeduliannya kecintaannya yang luar biasa kepada negeri ini,” tegas Ida.

Apalagi, tambah Ida, sebagaimana diketahui bersama Covid-19 dinyatakan oleh WHO sebagai pandemi global. Sebanyak 216 negara terpapar pandemi termasuk negara maju yang mempunyai sistem kesehatan dan ekonomi yang baik.“Semua kelihatan tergopoh-gopoh baik dalam upaya menghalau wabah maupun dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan. Sebelumnya tak pernah dibayangkan secara global tiba-tiba masyarakat dipaksa harus berdian diri di rumah dan dalam jangka waktu yang belum terprediksi,” ungkapnya.

Salah satu dampak yang paling terasa dalam dari stay at home adalah terjadinya pelemahan ekonomi dunia. “PHK tidak terelakkan terjadi di mana-mana, angka pengangguran melonjak, kemiskinan meningkat,” jelas Ida.

Ida mengaku bersyukur hidup di negara yang masih sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan. “Gotong-royong adalah semangat yang diwaris kan nenek moyang kita dalam menghadapi kesulitan dan ujian. Dengan gotong-royong dan solusi itu bisa diupayakan bersama-sama untuk diatasi,” kata Ida.

Dengan donasi dari para diaspora ini, kata Ida menunjukkan Indonesia adalah bangsa yang tidak lupa dengan nilai-nilai ajaran leluhur yang memiliki nilai gotong- royong, peduli dan berbagi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 Masih Terbuka, Ada Pilihan 24 Kejuruan
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Rekomendasi
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved