The New Istiqlal
Selasa, 23 Februari 2021 - 17:28 WIB
Kedua, sebagai bagian dari pengkaderan ulama tadi, Masjid Istiqlal secara khusus melakukan pengkaderan ulama perempuan. Bagi saya pribadi hal ini sangat penting dan inovatif, bahkan sesungguhnya sangat diperlukan untuk tujuan-tujuan multidimensi yang sangat penting.
Pengkaderan ulama perempuan akan menjawab berbagai tuduhan bahwa Islam itu diskriminatif kepada kaum Hawa, khususnya dalam kajian keagamaan. Dan tentunya lebih khusus lagi bahwa perempuan akan memiliki akses besar dalam penafsiran-penafsiran yang selama ini diakui atau tidak memang masculine dominant (didominasi oleh ulama pria).
Setahu saya belum ada negara Islam yang melakukan hal ini selain Indonesia. Maroko beberapa waktu lalu mengadakan hal yang sama. Di mana kedudukan mufti juga diperbolehkan untuk diduduki oleh kaum Hawa. Hanya saja Indonesia melangkah lebih jauh karena memang program ini adalah mengkader ulama yang akan berkontribusi secara penuh dalam keilmuan dan pemikiran Islam.
Ketiga, Istiqlal ingin menjadi pelapor jaringan masjid-masjid besar dunia. Bagi saya pribadi hal ini sangat penting dan relevan karena memang masanya Indonesia berada di garis depan untuk meraih kepemimpinan di dunia global, khususnya di dunia Islam.
Jika hal ini terwujud maka tentu salah satu kegalauan saya sebagai putra bangsa yang telah lama di luar negeri akan terjawab. Saya adalah putra bangsa yang beragama Islam yang telah lama mengimpikan peranan global Umat Islam Indonesia.
Semoga Masjid Istiqlal ke depan dapat bekerjasama dengan Nusantara Foundation dan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani untuk memainkan peranan global itu. Insya Allah!
“Selamat kepada Masjid Istiqlal di hari jadi yang ke 43. Dan selamat sebagai the New Istiqlal”.
Kota Angin Mammiri’, 23 Februari 2021
Pengkaderan ulama perempuan akan menjawab berbagai tuduhan bahwa Islam itu diskriminatif kepada kaum Hawa, khususnya dalam kajian keagamaan. Dan tentunya lebih khusus lagi bahwa perempuan akan memiliki akses besar dalam penafsiran-penafsiran yang selama ini diakui atau tidak memang masculine dominant (didominasi oleh ulama pria).
Setahu saya belum ada negara Islam yang melakukan hal ini selain Indonesia. Maroko beberapa waktu lalu mengadakan hal yang sama. Di mana kedudukan mufti juga diperbolehkan untuk diduduki oleh kaum Hawa. Hanya saja Indonesia melangkah lebih jauh karena memang program ini adalah mengkader ulama yang akan berkontribusi secara penuh dalam keilmuan dan pemikiran Islam.
Ketiga, Istiqlal ingin menjadi pelapor jaringan masjid-masjid besar dunia. Bagi saya pribadi hal ini sangat penting dan relevan karena memang masanya Indonesia berada di garis depan untuk meraih kepemimpinan di dunia global, khususnya di dunia Islam.
Jika hal ini terwujud maka tentu salah satu kegalauan saya sebagai putra bangsa yang telah lama di luar negeri akan terjawab. Saya adalah putra bangsa yang beragama Islam yang telah lama mengimpikan peranan global Umat Islam Indonesia.
Semoga Masjid Istiqlal ke depan dapat bekerjasama dengan Nusantara Foundation dan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani untuk memainkan peranan global itu. Insya Allah!
“Selamat kepada Masjid Istiqlal di hari jadi yang ke 43. Dan selamat sebagai the New Istiqlal”.
Kota Angin Mammiri’, 23 Februari 2021
(poe)
Lihat Juga :