Terapi Stemcell Bisa Tingkatkan Kesembuhan Pasien COVID-19 hingga 2 Kali Lipat
Kamis, 11 Februari 2021 - 16:12 WIB
Menristek BRIN, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan dari hasil uji klinis terapi stemcell ternyata bisa meningkatkan dua kali lipat kesembuhan pasien COVID-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknolog i/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan dari hasil uji klinis terapi stemcell ternyata bisa meningkatkan dua kali lipat kesembuhan pasien COVID-19 .
“Dan kebetulan Minggu lalu kita juga baru saja mengadakan webinar mengenai stemcell yang ternyata dari uji klinisnya bisa, istilahnya apa namanya memberikan kesembuhan, tingkat kesembuhan dua setengah kali lebih baik dibandingkan yang tidak menggunakan terapi tersebut,” ujar Bambang dalam dalam Webinar Plasma Konvalesen Pada Penanganan COVID-19, Kamis (11/2/2021). Baca juga: LBM Eijkman Kembangkan Metode Praktis Kadar Antibodi untuk Plasma Konvalesen
Bahkan, kata Bambang, dari hasil uji klinis tersebut bahwa stemcell cocok digunakan terapi pada pasien COVID-19 yang dalam kondisi berat. “Dan menurut uji klinis tersebut lebih cocok untuk pasien dalam kondisi berat,” katanya.
Bambang pun berharap keberadaan terapi stemcell juga bisa melengkapi keberadaan plasma konvalesen sebagai pengobatan pasien COVID-19. “Mudah-mudahan keberadaan plasma konvalesen dan stemcell ini bisa saling melengkapi,” jelasnya.
“Dan kebetulan Minggu lalu kita juga baru saja mengadakan webinar mengenai stemcell yang ternyata dari uji klinisnya bisa, istilahnya apa namanya memberikan kesembuhan, tingkat kesembuhan dua setengah kali lebih baik dibandingkan yang tidak menggunakan terapi tersebut,” ujar Bambang dalam dalam Webinar Plasma Konvalesen Pada Penanganan COVID-19, Kamis (11/2/2021). Baca juga: LBM Eijkman Kembangkan Metode Praktis Kadar Antibodi untuk Plasma Konvalesen
Bahkan, kata Bambang, dari hasil uji klinis tersebut bahwa stemcell cocok digunakan terapi pada pasien COVID-19 yang dalam kondisi berat. “Dan menurut uji klinis tersebut lebih cocok untuk pasien dalam kondisi berat,” katanya.
Bambang pun berharap keberadaan terapi stemcell juga bisa melengkapi keberadaan plasma konvalesen sebagai pengobatan pasien COVID-19. “Mudah-mudahan keberadaan plasma konvalesen dan stemcell ini bisa saling melengkapi,” jelasnya.
Lihat Juga :