LBM Eijkman Kembangkan Metode Praktis Kadar Antibodi untuk Plasma Konvalesen

Kamis, 11 Februari 2021 - 15:55 WIB
loading...
LBM Eijkman Kembangkan...
Menristek BRIN, Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini LBM Eijkman menjadi institusi terdepan dalam pengembangan plasma konvalesen. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menjadi institusi terdepan dalam pengembangan plasma konvalesen .

“Dan dalam lingkungan Kemenristek BRIN, Lembaga Eijkman menjadi institusi yang terdepan di dalam penelitian mengenai bahwa plasma konvalesen ini. Dimulai dengan pengukuran kadar antibodi dari plasma konvalesen itu sendiri,” ujar Bambang dalam Webinar Plasma Konvalesen Pada Penanganan COVID-19, Kamis (11/2/2021). Baca juga: 41,4% Kasus Covid-19 di RS Kategori Sedang, Bisa Terapi Plasma Konvalesen

“Artinya ketika seorang donor memberikan plasmanya, maka harus dicek apakah plasma yang diberikan mempunyai kadar antibodi yang cukup untuk diberikan kepada pasien yang sedang menderita COVID-19,” jelas Bambang.

Bambang mengatakan untuk mengukur kadar antibodi gold standard Plaque Reduction Neutralization Test (PRNT). “Dan untuk mengukur kadar antibodi Lembaga Eijkman sudah melakukan yang namanya gold standard Plaque Reduction Neutralization Test (PRNT) yang bisa mengukur kira-kira kemampuan atau kadar antibodi yang ada di dalam plasma tersebut,” jelasnya.

Namun, kata Bambang dalam perkembangannya penggunaan PRNT ini akan memakan biaya yang mahal. “Nah, dalam perkembangannya tentunya menggunakan PRNT terus-menerus itu akan memakan biaya yang mahal dan juga prosedur yang lebih rumit karena memerlukan laboratorium BSL-3,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Berita Terkini
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved