Menakar Peluang Moeldoko di Pilpres 2024
Sabtu, 06 Februari 2021 - 07:20 WIB
Baca juga: Sekjen Demokrat Nilai Sikap Moeldoko Bisa Diikuti oleh Pejabat Lain
Fadhli mengatakan, meski Moeldoko cukup populer dan memiliki elektabilitas, tanpa dukungan parpol tak akan bisa ikut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. "Okelah dia populer, elektabilitas dan kapabilitas juga punya, tanpa dukungan parpol, sia-sia. Sama halnya dengan kepala daerah yang saat ini memiliki potensi itu, termasuk Pak Gatot Nurmantyo yang digadang-gadang berhasrat nyapres," terangnya.
Terlebih, nama Moeldoko belum sekalipun muncul sebagai calon yang memiliki elektabilitas versi lembaga survei. Dari sejumlah rilis survei, nama Moeldoko kerap 'absen', jika dibandingkan dengan AHY.
Baca juga: Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Masih Tebar Pesona
"Saya pikir butuh kerja keras lebih untuk mengerek elektabilitasnya supaya masuk setidaknya lima besar. Nah, isu kudeta ini jika terus dikapitalisasi akan untungkan Moeldeoko dan Demokrat," tandasnya.
Fadhli mengatakan, meski Moeldoko cukup populer dan memiliki elektabilitas, tanpa dukungan parpol tak akan bisa ikut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. "Okelah dia populer, elektabilitas dan kapabilitas juga punya, tanpa dukungan parpol, sia-sia. Sama halnya dengan kepala daerah yang saat ini memiliki potensi itu, termasuk Pak Gatot Nurmantyo yang digadang-gadang berhasrat nyapres," terangnya.
Terlebih, nama Moeldoko belum sekalipun muncul sebagai calon yang memiliki elektabilitas versi lembaga survei. Dari sejumlah rilis survei, nama Moeldoko kerap 'absen', jika dibandingkan dengan AHY.
Baca juga: Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Masih Tebar Pesona
"Saya pikir butuh kerja keras lebih untuk mengerek elektabilitasnya supaya masuk setidaknya lima besar. Nah, isu kudeta ini jika terus dikapitalisasi akan untungkan Moeldeoko dan Demokrat," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :