BNPT Sebut 2.000 Masyarakat Indonesia Terjerat Kasus Terorisme
Jum'at, 05 Februari 2021 - 17:04 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar membeberkan, hampir 2.000 masyarakat Indonesia terjerat kasus tindak pidana terorisme. Foto/Humas BNPT
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar membeberkan, hampir 2.000 masyarakat Indonesia terjerat kasus tindak pidana terorisme. Data itu, kata Boy, tercatat sejak sekira 20 tahun ke belakang.
Baca juga : Menhan Iran: AS dan Israel Gunakan Terorisme untuk Perkuat Pengaruh
Demikian diungkapkan Boy Rafli Amar saat jumpa pers sekaligus sosialisasi Peraturan Presiden (Presiden) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrisme (RAN-PE) yang digelar secara daring. "Sudah hampir 2.000 masyarakat Indonesia terkena berkaitan dengan kasus tindak pidana terorisme, setidak-tidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir," beber Boy Rafli Amar dalam tayangan yang diunggah oleh akun YouTube milik Humas BNPT, Jumat (5/2/2021). Baca juga: Perlu Upaya Bersama Deteksi Dini Cegah Aksi Terorisme
Bahkan, sambung Boy, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang terpapar paham radikalisme hingga nekat berangkat ke Irak dan Suriah. Berdasarkan catatan yang dikantongi Boy, ada 1.250-an orang yang telah berangkat ke Irak dan Suriah. "Jadi tercatat dari data keberangkatan itu, ada 1.250-an, dimana sebagian mereka sudah mati, sebagian mereka ditahan, yang wanita di dalam camp pengungsian, anak-anak juga demikian," terangnya. Baca juga: Peran TNI dalam Pemberantasan Terorisme Telah Diamanatkan Undang-Undang
Baca juga : Menhan Iran: AS dan Israel Gunakan Terorisme untuk Perkuat Pengaruh
Demikian diungkapkan Boy Rafli Amar saat jumpa pers sekaligus sosialisasi Peraturan Presiden (Presiden) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrisme (RAN-PE) yang digelar secara daring. "Sudah hampir 2.000 masyarakat Indonesia terkena berkaitan dengan kasus tindak pidana terorisme, setidak-tidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir," beber Boy Rafli Amar dalam tayangan yang diunggah oleh akun YouTube milik Humas BNPT, Jumat (5/2/2021). Baca juga: Perlu Upaya Bersama Deteksi Dini Cegah Aksi Terorisme
Bahkan, sambung Boy, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang terpapar paham radikalisme hingga nekat berangkat ke Irak dan Suriah. Berdasarkan catatan yang dikantongi Boy, ada 1.250-an orang yang telah berangkat ke Irak dan Suriah. "Jadi tercatat dari data keberangkatan itu, ada 1.250-an, dimana sebagian mereka sudah mati, sebagian mereka ditahan, yang wanita di dalam camp pengungsian, anak-anak juga demikian," terangnya. Baca juga: Peran TNI dalam Pemberantasan Terorisme Telah Diamanatkan Undang-Undang
Lihat Juga :