2022 atau 2024, DPD Minta Argumen Objektif dan Rasional soal Pilkada Serentak

Senin, 01 Februari 2021 - 09:40 WIB
“Juga konsisten jika pileg, pilpres, dan pilkada digelar pada tahun yang sama, efektivitas dan kualitasnya lebih baik dibandingkan dihelat pada 2022 dan 2023. Termasuk sejauh mana kesiapan penyelenggara (Komisi Pemilihan Umum-KPU, Badan Pengawas Pemilihan Umum-Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum-DKPP, dan kesiapan pengamanan, anggaran, dan lainnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (1/2/2021).

(Baca: Bila Pilkada Digelar 2024, Peluang Anies dan Figur Lain Sama)

Selain itu, perlu diperhatikan dan dijelaskan mengenai jaminan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di ratusan daerah yang harus dipimpin oleh pejabat sementara apabila pilkada digelar 2024. Bagi para pendukung pilkada 2022 dan 2023 juga harus mempunyai argumen yang objektif dan rasional.

“Saya amati persoalan dan polemik jadwal pilkada ini sudah merambat kemana-mana, terutama dikaitkan dengan kontestasi 2024. Oleh karena itu, efektivitas dan kualitas harus menjadi acuan,” tutur Fahira.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!