Mesra, PDIP-Gerindra Diprediksi Bikin Paket Koalisi di Pilkada dan Pilpres 2024
Minggu, 31 Januari 2021 - 08:34 WIB
PDIP-Gerindra diprediksi bikin paket koalisi di pilkada dan Pilpres 2024. Ilustrasi/Istimewa
JAKARTA - Hubungan 'mesra' yang terjalin antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra saat ini diprediksi bisa saja berlanjut ke 'hubungan politik' di tahun-tahun mendatang. Hubungan ini akan diikat oleh adanya 'paket koalisi' politik di level pemilihan kepala daerah (pilkada) sampai Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menanggapi dinamika politik yang berkembang saat ini dengan munculnya isu perbedaan politik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu , khususnya menyangkut pelaksanaan pilkada.
Baca juga : Bandingkan dengan Timteng, KH Said: Indonesia Berhasil Lewati Sekat Agama, Suku dan Ras
Fadhli mengatakan, momentum politik terdekat yang diprediksi akan menjadi ajang 'umbar' kemesraan PDIP-Gerindra adalah Pilkada Serentak 2022-2023 dan Pilpres 2024 . "Koalisi PDIP-Gerindra saya lihat akan semakin mesra jelang tahun-tahun politik ini. Bukan tidak mungkin dua partai itu bisa bikin paket koalisi nantinya," kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Minggu (31/1/2021).
Baca juga: Soal Polemik Pilkada Serentak 2024, Begini Sikap KPU
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menanggapi dinamika politik yang berkembang saat ini dengan munculnya isu perbedaan politik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu , khususnya menyangkut pelaksanaan pilkada.
Baca juga : Bandingkan dengan Timteng, KH Said: Indonesia Berhasil Lewati Sekat Agama, Suku dan Ras
Fadhli mengatakan, momentum politik terdekat yang diprediksi akan menjadi ajang 'umbar' kemesraan PDIP-Gerindra adalah Pilkada Serentak 2022-2023 dan Pilpres 2024 . "Koalisi PDIP-Gerindra saya lihat akan semakin mesra jelang tahun-tahun politik ini. Bukan tidak mungkin dua partai itu bisa bikin paket koalisi nantinya," kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Minggu (31/1/2021).
Baca juga: Soal Polemik Pilkada Serentak 2024, Begini Sikap KPU
Lihat Juga :