Menanti Merger Gojek dan Tokopedia

Rabu, 13 Januari 2021 - 05:19 WIB
Bagaimana ekosistem bisnis kedua perusahaan rintisan itu? Saat ini Gojek melibatkan lebih dari 1,5 juta mitra pengemudi dan sekitar 900.000 mitra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tahun 2019 Gojek memasuki fase penguatan fundamental melalui perubahan strategi. Sepanjang masa pandemi korona (Covid-19), Gojek mencatat transaksi senilai USD12 miliar atau setara Rp170 triliun dan mengalami peningkatan sekitar 10% bila dibandingkan dengan 2019. Begitu pula bisnis Tokopedia berkembang pesat sepanjang masa pandemi ini. Tengok saja mitra Tokopedia pada Januari 2020 sebanyak 7,2 juta dan meningkat sebanyak 2,5 juta menjadi sebanyak 9,2 juta pada Agustus 2020. Sejumlah analis ekonomi meyakini merger tersebut bakal melahirkan banyak peluang baru bagi pelaku bisnis.

Lalu apa keuntungan bagi konsumen? Merger dua perusahaan rintisan yang berstatus decacorn dan unicorn itu, mengutip analisis ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani, diyakini bakal membawa dampak positif bagi konsumen. Pasalnya ekosistem bisnis akan terbentuk secara mandiri. Tokopedia adalah platform jual beli barang dan Gojek memiliki layanan transportasi, makanan hingga layanan lain, yang bisa bersinergi layanan Tokopedia. Selain itu Gojek sudah merambah ke bisnis perbankan dengan mengambil alih 21% saham Bank Jago. Dengan sendirinya mitra Tokopedia akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan.

Hanya saja Aviliani memberi catatan seputar produk yang diperjualbelikan di Tokopedia, sebab selama ini perusahaan e-commerce di Indonesia itu dikenal lebih banyak menjual barang impor. Bila terjadi demikian di Tokopedia, hal itu tidak akan banyak menguntungkan perekonomian nasional. Karena itu penjualan barang domestik harus dioptimalkan. Memang menarik apabila merger antara Gojek dan Tokopedia terwujud, selain akan melahirkan sebuah perusahaan digital raksasa di Indonesia, juga relatif jauh dari “jangkauan” Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena memiliki lini bisnis yang berbeda bila dibandingkan bila Gojek dan Grab berjodoh alias merger.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!