LP3ES: Oposisi Melemah, Demokrasi Berjalan Mundur
Senin, 11 Januari 2021 - 20:27 WIB
Dengan kosongnya check and balance ini, lanjut dia, demokrasi menjadi cacat. Tidak ada check and balance seperti per atau ayunan yang tidak punya balance sehingga bergeraknya tidak baik.
"Kecenderungan otoriter dan praktik diktator semakin kuat ketika oposisi hilang dan masyarakat sipil lemah," kata Didik. (Baca juga: Oposisi yang Diperankan PKS, Demokrat, dan PAN Masih Setengah Hati )
Dia menilai saat ini terjadi kemunduran demokrasi, seperti suatu siklus setelah 20 tahun demokrasi dijalankan.
Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto menilai penelitian dan refleksi atas situasi demokrasi di tahun 2020 menemukan bahwa demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran yang serius.
Dia juga merujuk pada fenomena politik Amerika yang dipotret oleh Levitsky dan Ziblatt (2018), Wijayanto menyampaikan ada empat indikator kemunduran demokrasi yang terwujud dalam praktik otoritarianisme yang sesungguhnya telah terjadi dan terus berlangsung di Indonesia.
"Kecenderungan otoriter dan praktik diktator semakin kuat ketika oposisi hilang dan masyarakat sipil lemah," kata Didik. (Baca juga: Oposisi yang Diperankan PKS, Demokrat, dan PAN Masih Setengah Hati )
Dia menilai saat ini terjadi kemunduran demokrasi, seperti suatu siklus setelah 20 tahun demokrasi dijalankan.
Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto menilai penelitian dan refleksi atas situasi demokrasi di tahun 2020 menemukan bahwa demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran yang serius.
Dia juga merujuk pada fenomena politik Amerika yang dipotret oleh Levitsky dan Ziblatt (2018), Wijayanto menyampaikan ada empat indikator kemunduran demokrasi yang terwujud dalam praktik otoritarianisme yang sesungguhnya telah terjadi dan terus berlangsung di Indonesia.
Lihat Juga :