Kontrol DPR Lemah, Politik 2021 Lanjutkan Tren 2020: Pemerintah vs Kekuatan Rakyat

Rabu, 06 Januari 2021 - 13:42 WIB
"Namun kita ada harapan kekuatan civil society, ini yang menjadi oposan dari pemerintah ketika pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak prorakyat. Ketika kebijakan-kebijakan pemerintah salah jalan dan salah arah. Kekuatan civil society inilah sebenarnya yang akan terus mengkritik pemerintah dari hari ke hari selama 2021," tuturnya.

(Baca: Prabowo-Sandi Mantap Dukung Jokowi, PKS Tetap Jadi Oposisi)

Dikatakan Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), harapan publik kini berada di kekuatan civil society. Mereka bergerak menjadi kelompok oposan untuk mengkritik pemerintah atas dasar banyak kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat. "Saya melihat kalau proyeksi 2021 akan diwarnai dua kekuatan dua besar itu karena DPR mandul," tuturnya.

(Baca juga : Sidak ke Parbrik Kedelai, Mabes Polri: Kalau Ada Yang Nimbun dan Mainkan Harga Kita Disikat )

Menurutnya, sesungguhnya negara ini membutuhkan pemerintahan yang kuat, tapi pada saat yang sama juga membutuhkan oposisi yang kuat dan tangguh. "Tapi persoalannya oposisi ada, tapi tak kuat maka kekuatan rakyatlah yang akan bergerak. Mudah-mudahan kekuatan rakyat yang dipelopori oleh gerakan civil society akan mengkritik pemerintah dengan kritik yang objektif, konstruktif untuk membangun bangsa agar pemerintah juga mendengarkan keluh kesah rakyat sehingga jalannya pemerintah itu bisa dikontrol, ketika DPR sudah tidak bisa mengontrol lagi," katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!