Kontrol DPR Lemah, Politik 2021 Lanjutkan Tren 2020: Pemerintah vs Kekuatan Rakyat

Rabu, 06 Januari 2021 - 13:42 WIB
loading...
Kontrol DPR Lemah, Politik...
Akibat mandulnya DPR, dinamika politik tahun 2021 masih akan diwarnai pertarungan pemerintah versus kekuatan rakyat. Foto: SINDOnews/abdul rochim
A A A
JAKARTA - Iklim politik Indonesia pada 2021 masih akan melanjutkan dinamika yang terjadi sepanjang 2020. Pakar komunikasi politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, proyeksi politik nasional sepanjang 2021 tidak akan terjadi banyak perubahan. Dia menyebut hanya akan ada dua bandul besar kekuatan politik pada 2021 yakni bandul kekuatan pemerintah dan kekuatan rakyat.

(Baca juga : Komisi III Tunggu Surat Jokowi soal Calon Kapolri, Pengamat: Tak Harus Segera )

"Jadi pemerintah versus rakyat karena saat ini di Parlemen kita tidak melihat partai oposisi yang kuat. Partai-partai cenderung merapat ke pemerintah. Hampir 85% kekuatan di DPR dikuasai pemerintah. Hanya menyisakan PKS dan Partai Demokrat, dan itu pun tidak cukup kuat melawan partai koalisi pemerintah. Oleh karena itu, oposisi tidak jalan, bahkan parlemen mandul," ujar Ujang melalui tayangan di akun YouTube @Ujang Komarudin, dikutip Rabu (6/1/2021).

(Baca: Bakal Ubah Peta Politik Indonesia, Habib Rizieq Buat Oposisi Semakin Kuat)

Dengan lemahnya kekuatan parlemen untuk mengontrol kinerja pemerintah maka bandulnya adalah kekuatan rakyat yang akan menjadi oposisi. Apalagi di saat yang sama, kata Ujang, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno yang sebelumnya menjadi ikon dan simbol kekuatan oposisi, hari ini kedua-duanya menjadi kekuatan pemerintah sebagai pembantu presiden dan bagian dari elite pemerintahan.

(Baca juga : Ditunjuk Jadi Sekjen PPP, Arwani Thomafi Mundur dari DPR )

"Namun kita ada harapan kekuatan civil society, ini yang menjadi oposan dari pemerintah ketika pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak prorakyat. Ketika kebijakan-kebijakan pemerintah salah jalan dan salah arah. Kekuatan civil society inilah sebenarnya yang akan terus mengkritik pemerintah dari hari ke hari selama 2021," tuturnya.

(Baca: Prabowo-Sandi Mantap Dukung Jokowi, PKS Tetap Jadi Oposisi)

Dikatakan Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), harapan publik kini berada di kekuatan civil society. Mereka bergerak menjadi kelompok oposan untuk mengkritik pemerintah atas dasar banyak kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat. "Saya melihat kalau proyeksi 2021 akan diwarnai dua kekuatan dua besar itu karena DPR mandul," tuturnya.

(Baca juga : Sidak ke Parbrik Kedelai, Mabes Polri: Kalau Ada Yang Nimbun dan Mainkan Harga Kita Disikat )

Menurutnya, sesungguhnya negara ini membutuhkan pemerintahan yang kuat, tapi pada saat yang sama juga membutuhkan oposisi yang kuat dan tangguh. "Tapi persoalannya oposisi ada, tapi tak kuat maka kekuatan rakyatlah yang akan bergerak. Mudah-mudahan kekuatan rakyat yang dipelopori oleh gerakan civil society akan mengkritik pemerintah dengan kritik yang objektif, konstruktif untuk membangun bangsa agar pemerintah juga mendengarkan keluh kesah rakyat sehingga jalannya pemerintah itu bisa dikontrol, ketika DPR sudah tidak bisa mengontrol lagi," katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
UAI dan Kedubes UEA...
UAI dan Kedubes UEA Sukses Gelar Forum Bahasa Arab Global
Siasat Gizi Seimbang...
Siasat Gizi Seimbang dan Jurus Anti-Hoaks: Panduan Penting untuk Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus
InnoLAB Jadi Wadah Pemberdayaan...
InnoLAB Jadi Wadah Pemberdayaan OMS melalui Kewirausahaan
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved