Hasil Uji BPOM Ungkap Vaksin Sinovac Cukup Aman
Selasa, 05 Januari 2021 - 23:54 WIB
Setelah dua bulan penyuntikan vaksin untuk mengatasi virus Corona (Covid-19), BPOM sudah memperoleh dua data, yakni data immunogenitas dan efikasi. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Uji klinis terhadap vaksin Sinovac telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setelah dua bulan penyuntikan vaksin untuk mengatasi virus Corona (Covid-19), BPOM sudah memperoleh dua data, yakni data immunogenitas dan efikasi.
(Baca juga: Cegah Kerusakan, Distribusi Vaksin Covid-19 melalui Prosedur Ketat)
Hal ini dikatakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam Alinea Forum bertajuk Kehalalan dan Keamanan Vaksin Covid-19, Selasa (5/1/2021). Sehingga, data tersebut bisa menepis keraguan masyarakat dalam menerima vaksin.
(Baca juga: Personel Polda Sulsel Akan Kawal Distribusi Vaksin Covid-19 ke Daerah)
"Dari data keamanan, vaksin ini sudah cukup aman. Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini. Sedangkan immunogenitasnya juga sudah menunjukan tingkat pembentukan antibodi yang bagus responsnya dalam tubuh," ujar Lucia Rizka.
(Baca juga: Sowan ke Muhammadiyah, Menkes Bahas Penanganan Covid-19 dan Vaksin)
BPOM sekarang ini masih menunggu sejumlah data uji klinis lainnya. Dia membeberkan ada beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan melakukan uji klinis. "Bahwa kita mempunyai data uji klinis. Kita punya data pengalaman penggunaan di Indonesia," kata Lucia.
(Baca juga: Cegah Kerusakan, Distribusi Vaksin Covid-19 melalui Prosedur Ketat)
Hal ini dikatakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam Alinea Forum bertajuk Kehalalan dan Keamanan Vaksin Covid-19, Selasa (5/1/2021). Sehingga, data tersebut bisa menepis keraguan masyarakat dalam menerima vaksin.
(Baca juga: Personel Polda Sulsel Akan Kawal Distribusi Vaksin Covid-19 ke Daerah)
"Dari data keamanan, vaksin ini sudah cukup aman. Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini. Sedangkan immunogenitasnya juga sudah menunjukan tingkat pembentukan antibodi yang bagus responsnya dalam tubuh," ujar Lucia Rizka.
(Baca juga: Sowan ke Muhammadiyah, Menkes Bahas Penanganan Covid-19 dan Vaksin)
BPOM sekarang ini masih menunggu sejumlah data uji klinis lainnya. Dia membeberkan ada beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan melakukan uji klinis. "Bahwa kita mempunyai data uji klinis. Kita punya data pengalaman penggunaan di Indonesia," kata Lucia.
Lihat Juga :