Berharap 2021 Jauh Lebih Baik
Rabu, 30 Desember 2020 - 05:10 WIB
Di sisi lain, Bank Dunia mengakui bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan pemerintah cukup besar dan berpotensi meredam dampak kemiskinan akibat krisis sepanjang tahun ini. Simulasi Bank Dunia menunjukkan, tanpa adanya bansos maka 8,5 juta penduduk Indonesia bakal terjerumus dalam kemiskinan tahun ini. Selain itu, lembaga ini meyakini bansos pemerintah dapat meredam dampak buruk dari pandemi Covid-19 secara signifikan dengan catatan dilaksanakan sepenuhnya. Sayangnya, berbagai penundaan dan tantangan awal dalam menjangkau kelompok terdampak, khususnya sektor informal, sempat tersendat.
Selanjutnya, Bank Dunia memprediksi kinerja ekonomi nasional mulai membaik tahun depan dan perlahan menguat pada 2022. Alasannya, pembatasan aktivitas masyarakat mulai dibuka perlahan dan pada 2022 akan semakin longgar. Untuk itu, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 4,4% tahun depan, seiring meningkatnya kepercayaan konsumen.
Suara senada diungkapkan Menkeu Sri Mulyani bahwa tahun depan ekonomi nasional sudah mulai pulih, meski belum optimal. Untuk tahun depan, pemerintah akan menggelontorkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp365,5 triliun. Rinciannya, untuk kesehatan dialokasikan Rp25,4 triliun, perlindungan sosial Rp110,20 triliun, dan insentif usaha Rp20,40 triliun. Lalu dukungan UMKM sebesar Rp28,80 triliun, pembiayaan korporasi Rp14,90 triliun, serta pemulihan ekonomi sektoral lewat kementerian dan lembaga sebesar Rp136,7 triliun.
Pemerintah mengakui bahwa perbaikan kinerja ekonomi nasional tahun depan adalah sebuah pekerjaan rumah (PR) yang luar biasa. Dibutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh komponen anak bangsa.
Selamat tinggal 2020 dan selama datang 2021. Semoga lebih baik.
Selanjutnya, Bank Dunia memprediksi kinerja ekonomi nasional mulai membaik tahun depan dan perlahan menguat pada 2022. Alasannya, pembatasan aktivitas masyarakat mulai dibuka perlahan dan pada 2022 akan semakin longgar. Untuk itu, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 4,4% tahun depan, seiring meningkatnya kepercayaan konsumen.
Suara senada diungkapkan Menkeu Sri Mulyani bahwa tahun depan ekonomi nasional sudah mulai pulih, meski belum optimal. Untuk tahun depan, pemerintah akan menggelontorkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp365,5 triliun. Rinciannya, untuk kesehatan dialokasikan Rp25,4 triliun, perlindungan sosial Rp110,20 triliun, dan insentif usaha Rp20,40 triliun. Lalu dukungan UMKM sebesar Rp28,80 triliun, pembiayaan korporasi Rp14,90 triliun, serta pemulihan ekonomi sektoral lewat kementerian dan lembaga sebesar Rp136,7 triliun.
Pemerintah mengakui bahwa perbaikan kinerja ekonomi nasional tahun depan adalah sebuah pekerjaan rumah (PR) yang luar biasa. Dibutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh komponen anak bangsa.
Selamat tinggal 2020 dan selama datang 2021. Semoga lebih baik.
(bmm)