Serapan Anggaran Belum Maksimal

Senin, 28 Desember 2020 - 11:37 WIB
"Refocusing itu ketiga bidang, yakni kesehatan, jaring sosial, dan penanganan dampak ekonomi. Kalau masih ada daerah daya serapnya itu bukan semata kinerja rendah, tapi komitmen daerah terhadap penanganan Covid-19 sangat rendah. Perintahnya jelas, minimal 35%. Kalau komitmennya benar, itu angka dasar ditambah dengan yang lain, minimal sudah bisa 90% yang terserap," kata dia saat dihubungi SINDO Media, Minggu (27/12/2020) kemarin.

Sebelumnya Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga mengatakan, masih ada sekitar Rp247 triliun dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang masih tersimpan di daerah per 10 Desember lalu. Dia pun berharap ada kenaikan penyerapan anggaran APBD oleh pemerintah daerah di ujung tahun. "Ada ironi karena di satu sisi ada anggaran yang tidak terpakai, sementara ada masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah. Kami selalu memantau penyerapan APBD karena bila tidak dibelanjakan stagnasi perekonomian akan terus terjadi di masyarakat," ujar Kastorius pekan lalu.

Berdasarkan catatan KPPOD, rendahnya daya serap anggaran selalu muncul saban tahun selama 20 tahun terakhir. Ini disebut oleh lembaga tersebut sebagai masalah fundamental yang belum bisa dibereskan. (Baca juga: Apa Kabar Penyerapan Anggaran? )

Robert menyatakan, terkait anggaran yang masih menganggur yang jumlahnya cukup besar, Rp274 triliun, tentu akan sulit untuk merealisasikannya di tahun ini. Di sisi lain, pandemi telah menghancurkan perekonomian masyarakat sehingga masyarakat membutuhkan penanganan kesehatan yang prima mengingat sudah banyak korban jiwa karena terpapar Covid-19. "Secara administrasi belanja itu tutup buku pada 15 Desember, jadi tidak mungkin ada belanja besar. Ini tinggal untuk penyelesaian administrasi saja. Kita tinggal melihat realisasi dari proyek, bukan realisasi anggaran," tuturnya.

Pada April lalu Kementerian Keuangan juga pernah memberikan peringatan kepada 381 pemda yang belum merealokasi anggaran untuk penanganan pandemi. Namun, Robert menjelaskan pemerintah pusat harus memperhatikan secara detail realokasi yang dilakukan pemda. Dikhawatirkan di atas kertas sudah, tapi realisasinya belum. "Ini harus dilihat apa masalahnya? Kalau teknis, apa itu? (Misal) di lapangan sulit menyerap anggaran secara langsung. Atau memang masalah politis, yakni komitmen rendah. Kalau teknis, ini bisa jadi pembelajaran ke depan bagaimana strategi manajemen keuangan di masa pandemi. Belanja tetap terserap dan pihak ketiga menjalankan proyek di masa pandemi," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!