Ingat Pesan Ibu
Selasa, 22 Desember 2020 - 05:22 WIB
Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan kota dan kita. Komunitas lokal telah berperan penting berkontribusi menjaga masyarakat tetap sehat dan kegiatan ekonomi tetap berlangsung. Kota-kota yang memiliki perencanaan dengan pendekatan lingkungan dan kesehatan diyakini lebih berdaya tahan menghadapi pandemi. Lalu langkah apa yang harus dilakukan?
Pertama, pemerintah harus terus melakukan 4 T (tes, telusuri, terawat, terapi). Tes cepat maupun tes usap dilakukan secara masif, massal, dan terjangkau, sebisa mungkin bebas biaya bagi masyarakat, diawali di kluster-kluster yang diindikasikan menjadi pusat penyebaran Covid-19, seperti permukiman padat, perkantoran, pasar tradisional. Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus segera ditelusuri jejak rekam kontak pasien.
Pastikan seluruh pasien positif Covid-19 baik yang berat maupun sedang terawat dengan baik di rumah sakit rujukan. Pasien yang terinfeksi ringan, pasien dalam pengawasan, dan orang tanpa gejala, untuk melakukan isolasi mandiri dengan ketat di rumah atau di tempat yang telah disediakan pemerintah.
Bagi pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, tetap dibutuhkan terapi pendampingan untuk pemulihan dan melatih tubuh kembali beraktivitas, mulai olah raga ringan, hingga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan secara bertahap.
Kedua, membangun rasa aman dengan disiplin melakukan 4 W. Wajib memakai masker (dengan benar) ketika ke luar rumah, tanpa terkecuali. Wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Wajib menjaga jarak fisik (1,5-2 meter) di mana saja. Wajib menghindari kerumunan dan keramaian, termasuk saat menggunakan angkutan umum.
Setelah bepergian kita wajib langsung mandi setelah tiba di rumah, sepulang kerja, pergi belanja, atau berolahraga di taman. Pisahkan pakaian, sisihkan sepatu atau sandal yang digunakan keluar di tempat terpisah.
Ketiga, memperkuat imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Makan makanan sehat, bergizi, dan higienis. Ibu-ibu bisa membuat kegiatan memasak bersama keluarga mencoba berbagai resep atau masakan khas Nusantara sambil memperkenalkan kekayaan rempah-rempah kepada anak-anak. Tidak perlu kecewa bila hasil masakan kurang enak, terus latih keterampilan memasak, dan terpenting menikmati momen berharga bersama keluarga.
Pertama, pemerintah harus terus melakukan 4 T (tes, telusuri, terawat, terapi). Tes cepat maupun tes usap dilakukan secara masif, massal, dan terjangkau, sebisa mungkin bebas biaya bagi masyarakat, diawali di kluster-kluster yang diindikasikan menjadi pusat penyebaran Covid-19, seperti permukiman padat, perkantoran, pasar tradisional. Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus segera ditelusuri jejak rekam kontak pasien.
Pastikan seluruh pasien positif Covid-19 baik yang berat maupun sedang terawat dengan baik di rumah sakit rujukan. Pasien yang terinfeksi ringan, pasien dalam pengawasan, dan orang tanpa gejala, untuk melakukan isolasi mandiri dengan ketat di rumah atau di tempat yang telah disediakan pemerintah.
Bagi pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, tetap dibutuhkan terapi pendampingan untuk pemulihan dan melatih tubuh kembali beraktivitas, mulai olah raga ringan, hingga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan secara bertahap.
Kedua, membangun rasa aman dengan disiplin melakukan 4 W. Wajib memakai masker (dengan benar) ketika ke luar rumah, tanpa terkecuali. Wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Wajib menjaga jarak fisik (1,5-2 meter) di mana saja. Wajib menghindari kerumunan dan keramaian, termasuk saat menggunakan angkutan umum.
Setelah bepergian kita wajib langsung mandi setelah tiba di rumah, sepulang kerja, pergi belanja, atau berolahraga di taman. Pisahkan pakaian, sisihkan sepatu atau sandal yang digunakan keluar di tempat terpisah.
Ketiga, memperkuat imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Makan makanan sehat, bergizi, dan higienis. Ibu-ibu bisa membuat kegiatan memasak bersama keluarga mencoba berbagai resep atau masakan khas Nusantara sambil memperkenalkan kekayaan rempah-rempah kepada anak-anak. Tidak perlu kecewa bila hasil masakan kurang enak, terus latih keterampilan memasak, dan terpenting menikmati momen berharga bersama keluarga.
Lihat Juga :