Gerakan Pemuda Ka'bah Dukung Suharso Monoarfa Jadi Ketum PPP Periode 2020-2025
Jum'at, 11 Desember 2020 - 23:08 WIB
Gerakan Pemuda Kabah (GPK) mendeklarasikan dukungan kepada Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP Periode 2020-2025 pada Muktamar IX pada 18-21 Desember 2020. SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
JAKARTA - Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) sebagai badan otonom Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mendeklarasikan dukungan kepada Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP Periode 2020-2025 pada Muktamar IX pada 18-21 Desember 2020. Keputusan GPK mendukung Suharso dilakukan setelah mendengar aspirasi Pengurus Wilayah (PW) GPK seluruh Indonesia dan setelah melakukan rapat pleno GPK.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami Gerakan Pemuda Ka'bah seluruh Indonesia menyatakan mendukung penuh Bpk, Dr.Ir. H. Suharso Monoarfa, MBA, menjadi Ketua Umum PPP periode 2020-2025," kata Ketua Umum GPK, Andi Surya Wijaya di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2020)
"Menginstruksikan kepada seluruh GPK se-Indonesia pada semua tingkatan, PP, PW, PC sampai pada tingkat PAC untuk mendukung Bapak Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP," ujarnya. (Baca juga; Gelar Rakernas ke I, PBB Bahas Tiga Program Utama Partai )
Andi mengungkapkan, GPK mendukung Suharso karena pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP adalah satu-satunya figur yang siap memimpin PPP. Diketahui ketum sebelumnya, Romahurmuziy, terjerat kasus korupsi pada pertengahan Maret 2019.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami Gerakan Pemuda Ka'bah seluruh Indonesia menyatakan mendukung penuh Bpk, Dr.Ir. H. Suharso Monoarfa, MBA, menjadi Ketua Umum PPP periode 2020-2025," kata Ketua Umum GPK, Andi Surya Wijaya di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2020)
"Menginstruksikan kepada seluruh GPK se-Indonesia pada semua tingkatan, PP, PW, PC sampai pada tingkat PAC untuk mendukung Bapak Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP," ujarnya. (Baca juga; Gelar Rakernas ke I, PBB Bahas Tiga Program Utama Partai )
Andi mengungkapkan, GPK mendukung Suharso karena pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP adalah satu-satunya figur yang siap memimpin PPP. Diketahui ketum sebelumnya, Romahurmuziy, terjerat kasus korupsi pada pertengahan Maret 2019.
Lihat Juga :