SPBU Maupun Penyalur Tidak Bisa ‘Nakal’
Selasa, 08 Desember 2020 - 08:13 WIB
BPH Migas sebagai oengawa dan pengaturan terhadap kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM, sampai dengan titik serah mengharapkan program Digitalisasi SPBU yang dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) mampu meningkatkan akuntabilitas penyaluran JBK dan JBKP, sehingga data dan informasi yang dipruduksi melalui program ini dapat digunakan sebagai perangkat pengawasan yang handal oleh BPH Migas.
Program ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai alat pengendali konsumsi JBT, khususnya dalam implementasi pemberlakukan kebijakan pembatasan pembelian kepada sector penggunaan kendaraan transportasi jalan yang mengkonsumsi JBT jenis solar.
Selain itu, program digitalisasi SPBU, juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengetahui tingkat ketersediaan pasokan BBM, sehingga kelangkaan BBM di tingkat penyalur (SPBU) dapat dicegah. (syarif wibowo)
Program ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai alat pengendali konsumsi JBT, khususnya dalam implementasi pemberlakukan kebijakan pembatasan pembelian kepada sector penggunaan kendaraan transportasi jalan yang mengkonsumsi JBT jenis solar.
Selain itu, program digitalisasi SPBU, juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengetahui tingkat ketersediaan pasokan BBM, sehingga kelangkaan BBM di tingkat penyalur (SPBU) dapat dicegah. (syarif wibowo)
(srf)
Lihat Juga :