Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Setelah Pilkada dan Libur Akhir Tahun
Rabu, 02 Desember 2020 - 08:59 WIB
"Kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Momentum pilkada dengan potensi kerumunan massa serta mobilitas masyarakat saat liburan ke tempat wisata berpotensi menjadi lonjakan kasus jika tidak dilakukan langkah antisipasi," ujar Netty kepada SINDOnews, Selasa malam (1/12/2020).
(Baca juga: Satgas Sebut Zona Merah Corona Bertambah Hampir 2 Kali Lipat ).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta pemerintah harus menerapkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) semakin ketat. Menurutnya, masyarakat harus diajarkan untuk berdisiplin dengan prokes, di mana pun dan kapan pun.
Demikian juga bagi para pejabat dan tokoh publik. Netty menekankan harus bisa menjadi contoh atau role model yang baik bagi masyarakat. "Jika terjadi pelanggaran, sanksi harus tegas ditegakkan tanpa diskriminasi. Kebijakan pengetatan prokes ini harus dilakukan sambil menunggu hadirnya vaksin di Tanah Air," pintanya.
Di sisi yang lain, pemerintah juga harus meningkatkan kemampuannya melakukan testing, tracing, dan treatment (3T). Utamanya yaitu meningkatkan pemeriksaan (testing) hingga sesuai standar WHO. Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 267 juta jiwa, diperlukan testing sebanyak 267 ribu orang per pekan. Pada minggu ketiga November 2020, testing yang dilakukan baru mencapai sekitar 239 ribu atau 88,6 persen.
(Baca juga: Satgas Sebut Zona Merah Corona Bertambah Hampir 2 Kali Lipat ).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta pemerintah harus menerapkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) semakin ketat. Menurutnya, masyarakat harus diajarkan untuk berdisiplin dengan prokes, di mana pun dan kapan pun.
Demikian juga bagi para pejabat dan tokoh publik. Netty menekankan harus bisa menjadi contoh atau role model yang baik bagi masyarakat. "Jika terjadi pelanggaran, sanksi harus tegas ditegakkan tanpa diskriminasi. Kebijakan pengetatan prokes ini harus dilakukan sambil menunggu hadirnya vaksin di Tanah Air," pintanya.
Di sisi yang lain, pemerintah juga harus meningkatkan kemampuannya melakukan testing, tracing, dan treatment (3T). Utamanya yaitu meningkatkan pemeriksaan (testing) hingga sesuai standar WHO. Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 267 juta jiwa, diperlukan testing sebanyak 267 ribu orang per pekan. Pada minggu ketiga November 2020, testing yang dilakukan baru mencapai sekitar 239 ribu atau 88,6 persen.
Lihat Juga :