Tolak Politik Uang untuk Pilkada yang Bermartabat
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Di sinilah masyarakat akan teruji. Teruji karakter moralitasnya, sekaligus wawasan politik dan kebangsaannya. Artinya dengan godaan uang dan ekonomi di tengah tuntutan akibat pandemi ini, rakyat teruji apakah mampu mempertahankan karakter moral itu? Atau justru tersungkur ke dalam pelukan money politics ( politik uang ) yang dilancarkan oleh kandidat-kandidat tertentu.
Atau apakah masyarakat (pemilih) akan kehilangan akal sehat dan wawasan politik yang sehat dalam memilih karena jebakan uang politik itu? Atau akankah warga tetap barakal sehat dan berwawasan politik yang rasional dalam menentukan pilihannya?
Sebagai putra bangsa yang telah lama di luar negeri, tentu saya sangat ingin melihat bangsa dan negara kita semakin dewasa dan sehat dalam berdemokrasi dan berpolitik. Di negara mana saja ketika uang menjadi “maha kuasa” maka akan terjadi berbagai pelecehan Demokrasi dan politik itu sendiri. (Baca juga: Pilkada: Vaksin ataukah Virus Pandemi Korupsi?)
Masyarakat kerapkali tanpa sadar ternina bobokan oleh hiburan sesaat politik uang yang justru merusak masa depan daerah dan generasi. Karena ketika politik uang telah merasuki cara pandang warga dalam berdemokrasi dan berpolitik maka akan terjadi mata rantai setan perpolitikan itu sendiri.
Seorang pejabat yang memenangkan pertarungan politiknya dengan uang niscaya memiliki kepentingan besar untuk mengembalikan dana yang telah dikeluarkan. Pada akhirnya kepentingan negara/daerah atau rakyat menjadi pertimbangan kesekian dalam pemerintahannya.
Tentu akhirnya sebagai putra daerah, terkhusus Pilkada Bulukumba , saya sangat berharap agar berjalan lancar, aman, damai, sukses dengan hasil yang terbaik. Tujuannya hanya satu menjadikan Bulukumba maju, kuat, jaya, makmur dan berkeadilan.
Atau apakah masyarakat (pemilih) akan kehilangan akal sehat dan wawasan politik yang sehat dalam memilih karena jebakan uang politik itu? Atau akankah warga tetap barakal sehat dan berwawasan politik yang rasional dalam menentukan pilihannya?
Sebagai putra bangsa yang telah lama di luar negeri, tentu saya sangat ingin melihat bangsa dan negara kita semakin dewasa dan sehat dalam berdemokrasi dan berpolitik. Di negara mana saja ketika uang menjadi “maha kuasa” maka akan terjadi berbagai pelecehan Demokrasi dan politik itu sendiri. (Baca juga: Pilkada: Vaksin ataukah Virus Pandemi Korupsi?)
Masyarakat kerapkali tanpa sadar ternina bobokan oleh hiburan sesaat politik uang yang justru merusak masa depan daerah dan generasi. Karena ketika politik uang telah merasuki cara pandang warga dalam berdemokrasi dan berpolitik maka akan terjadi mata rantai setan perpolitikan itu sendiri.
Seorang pejabat yang memenangkan pertarungan politiknya dengan uang niscaya memiliki kepentingan besar untuk mengembalikan dana yang telah dikeluarkan. Pada akhirnya kepentingan negara/daerah atau rakyat menjadi pertimbangan kesekian dalam pemerintahannya.
Tentu akhirnya sebagai putra daerah, terkhusus Pilkada Bulukumba , saya sangat berharap agar berjalan lancar, aman, damai, sukses dengan hasil yang terbaik. Tujuannya hanya satu menjadikan Bulukumba maju, kuat, jaya, makmur dan berkeadilan.
Lihat Juga :