Calon Bupati Diskualifikasi, Massa Desak DKPP Bertindak
Senin, 26 Oktober 2020 - 21:22 WIB
Tidak hanya orasi, massa juga melakukan aksi teatrikal yang dilakukan tiga orang berada di depan massa aksi. Dua orang di antaranya mengenakan jas dan bertopeng wajah Ketua Bawaslu dan KPUD Ogan Ilir yang terikat tali di leher dan satu orang berdasi di tengah keduanya dengan gantungan tulisan DKPP RI yang menarik tali tersebut.
“Ini menandakan bahwa sekuat dan sekencang apa pun tarikan yang terjadi di luar sana dalam kasus ini, DKPP harus tetap dan segera memeriksa Bawaslu dan KPUD Ogan Ilir yang kami duga telah melanggar kode etik penyelenggara,” tuturnya.
Hafidz menambahkan, pihaknya akan melakukan aksi serupa bila laporannya tidak kunjung ditindaklanjuti oleh DKPP.
“Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kami akan turun lagi dengan massa aksi yang lebih besar jika laporan kami terkesan diabaikan,” ujar Hafidz.
Sebelumnya, AMPD melaporkan KPU dan Bawaslu Ogan Ilir ke DKPP. AMPD juga menyerahkan sejumlah alat bukti dan telah mendapat tanda terima dari DKPP dengan Nomor 02-21/SET-02/X/2020.
“Ini menandakan bahwa sekuat dan sekencang apa pun tarikan yang terjadi di luar sana dalam kasus ini, DKPP harus tetap dan segera memeriksa Bawaslu dan KPUD Ogan Ilir yang kami duga telah melanggar kode etik penyelenggara,” tuturnya.
Hafidz menambahkan, pihaknya akan melakukan aksi serupa bila laporannya tidak kunjung ditindaklanjuti oleh DKPP.
“Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kami akan turun lagi dengan massa aksi yang lebih besar jika laporan kami terkesan diabaikan,” ujar Hafidz.
Sebelumnya, AMPD melaporkan KPU dan Bawaslu Ogan Ilir ke DKPP. AMPD juga menyerahkan sejumlah alat bukti dan telah mendapat tanda terima dari DKPP dengan Nomor 02-21/SET-02/X/2020.
Lihat Juga :