Uji Coba Irigasi Lhok Guci Aceh Dimulai
Minggu, 25 Oktober 2020 - 10:35 WIB
Direncanakan pada tahun depan sekitar 1.000 hektar lahan lagi juga akan mendapatkan fasilitas air yang mengalir dari irigasi bendungan Lhok Guci. Sementara pada 2022 akan fungsional 1.400 hektar, di tahun 2023 akan fungsional 1.662 hektar, dan akan berfungsi sepenuhnya pada tahun 2024-2026.
Saat berfungsi sepenuhnya, jaringan irigasi di Lhok Guci akan mengairi area seluas 11.700 hektar. Seluas lebih dari 7.000 hektar saat ini masih berupa sawah sedangkan sisanya masih semak belukar dan hutan muda.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Djaya Sukarno, menuturkan pembangunan Daerah Irigasi Lhok Guci diawali dengan dibangunnya bendungan pada 2004-2008 dan dilanjutkan pembangunan salurannya pada tahun 2008-2015.
"Kemudian dilanjutkan menjadi salah satu PSN dikerjakan tahap I nya pada 2015-2017. Setelah itu masuk tahap II 2018-2020, namun pada 2020 ada Pandemi covid-19 dan terkena refocussing anggaran sehingga target penyelesaian mundur ke tahun 2022," kata Djaya.
Meskipun terkena refocussing anggaran akibat pandemi covid-19, pembangunan tahap II Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci yang dilaksanakan oleh PT. Hutama Karya-Jaya Konstruksi, KSO dengan nilai kontrak Rp 255,55 miliar terus dilanjutkan dengan progres konstruksinya sebesar 63,08%. Djaya mengungkapkan, saluran irigasi Lhok Guci, Kabupaten Aceh Barat, akan difungsikan secara bertahap mulai musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 untuk mengairi sawah seluas 400 hektare lahan.
"Kemudian tahun 2021 ditingkatkan lagi fungsionalnya menjadi 1.400 hektare sehingga nantinya petani di Kabupaten Aceh Barat bisa mendapatkan suplai air dengan baik dan ditargetkan menjadi 2.800 hektare pada tahun 2022. Hal ini juga untuk mendukung Gerakan Aceh Mandiri Pangan yang dicanangkan Pemerintah Aceh," kata Djaya.
Saat berfungsi sepenuhnya, jaringan irigasi di Lhok Guci akan mengairi area seluas 11.700 hektar. Seluas lebih dari 7.000 hektar saat ini masih berupa sawah sedangkan sisanya masih semak belukar dan hutan muda.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Djaya Sukarno, menuturkan pembangunan Daerah Irigasi Lhok Guci diawali dengan dibangunnya bendungan pada 2004-2008 dan dilanjutkan pembangunan salurannya pada tahun 2008-2015.
"Kemudian dilanjutkan menjadi salah satu PSN dikerjakan tahap I nya pada 2015-2017. Setelah itu masuk tahap II 2018-2020, namun pada 2020 ada Pandemi covid-19 dan terkena refocussing anggaran sehingga target penyelesaian mundur ke tahun 2022," kata Djaya.
Meskipun terkena refocussing anggaran akibat pandemi covid-19, pembangunan tahap II Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci yang dilaksanakan oleh PT. Hutama Karya-Jaya Konstruksi, KSO dengan nilai kontrak Rp 255,55 miliar terus dilanjutkan dengan progres konstruksinya sebesar 63,08%. Djaya mengungkapkan, saluran irigasi Lhok Guci, Kabupaten Aceh Barat, akan difungsikan secara bertahap mulai musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 untuk mengairi sawah seluas 400 hektare lahan.
"Kemudian tahun 2021 ditingkatkan lagi fungsionalnya menjadi 1.400 hektare sehingga nantinya petani di Kabupaten Aceh Barat bisa mendapatkan suplai air dengan baik dan ditargetkan menjadi 2.800 hektare pada tahun 2022. Hal ini juga untuk mendukung Gerakan Aceh Mandiri Pangan yang dicanangkan Pemerintah Aceh," kata Djaya.
Lihat Juga :