Kemenkes: Vaksin Tidak Boleh Dianggap Penyelesaian Akhir Pandemi COVID-19

Senin, 19 Oktober 2020 - 13:12 WIB
"Karena kalau tidak, maka mungkin di dalam tubuh kita akan kebal terhadap penyakit ini tetapi kita masih bisa terpapar virus. Yang menjadi permasalahan adalah apabila kemudian virus yang ada di tubuh kita ini tertular atau menularkan kepada orang lain yang belum divaksin," ujarnya.

Yuri mengatakan bahwa gambaran sekarang bahwa 80% kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tidak menunjukkan gejala. "Ini gambaran yang sudah ada sekarang bahwa sekarang hampir 80% kasus konfirmasi positif dari pemeriksaan, ini menggambarkan bahwa 80% dari orang yang terpapar virus ini tidak jatuh dalam kondisi sakit. Yang ditandai dengan tidak ada gejala," ungkapnya. (Baca juga: Jokowi: Menkes Urus Vaksin Gratis, BUMN Urus yang Berbayar )

"Nah apabila kemudian orang ini berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik, tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, tidak mencuci tangan maka ini akan menular kepada orang lain. Manakala orang yang tertular itu memiliki imunitas yang lebih rendah karena ada faktor komorbid, karena usia dan sebagainya maka akan masuk dalam fase jatuh sakit," katanya.

Sekali lagi Yuri menegaskan bahwa disiplin protokol kesehatan menjadi kunci mencegah terpapar COVID-19. "Tetap harus menggunakan masker, tetap menjaga jarak, tetap mencuci tangan sekali pun sudah divaksin. Ini latar belakangnya," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!