CSIS Nilai Pilkada Menjadi Sumber Kepemimpinan Nasional
Rabu, 14 Oktober 2020 - 22:07 WIB
Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte mengatakan pilkada merupakan anak kandung dari otonomi daerah. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah ( pilkada ) langsung sudah beberapa kali dikritik, terutama maraknya politik uang . Bahkan, sempat diusulkan dikembalikan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Namun, itu sudah menjadi pilihan dan kesepakatan bersama dalam menentukan pemimpin daerah. Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte mengatakan pilkada merupakan anak kandung dari otonomi daerah. (Baca juga: Pandemi COVID-19, KPU Bakal Tambah Logistik TPS di Pilkada 2020)
Otonomi daerah di Indonesia dimulai ketika Orde Baru runtuh dan lahirnya Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Otonomi daerah resminya berjalan mulai tahun 2001.
“Rangkaian pilkada (langsung) sejak 2005, telah menjadi sumber kepemimpinan nasional. Pak Presiden (Jokowi) merupakan anak kandung dari pilkada dan program otonomi daerah,” ujarnya dalam Konferensi Nasional Ilmu Sosial dan Politik, Rabu (14/10/2020).
Namun, itu sudah menjadi pilihan dan kesepakatan bersama dalam menentukan pemimpin daerah. Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte mengatakan pilkada merupakan anak kandung dari otonomi daerah. (Baca juga: Pandemi COVID-19, KPU Bakal Tambah Logistik TPS di Pilkada 2020)
Otonomi daerah di Indonesia dimulai ketika Orde Baru runtuh dan lahirnya Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Otonomi daerah resminya berjalan mulai tahun 2001.
“Rangkaian pilkada (langsung) sejak 2005, telah menjadi sumber kepemimpinan nasional. Pak Presiden (Jokowi) merupakan anak kandung dari pilkada dan program otonomi daerah,” ujarnya dalam Konferensi Nasional Ilmu Sosial dan Politik, Rabu (14/10/2020).
Lihat Juga :