Pandemi COVID-19, KPU Bakal Tambah Logistik TPS di Pilkada 2020

loading...
Pandemi COVID-19, KPU Bakal Tambah Logistik TPS di Pilkada 2020
Warga mengantre dengan menerapkan jaga jarak fisik dan mengenakan masker saat Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pilkada 2020 di TPS 18, Cilenggang, Serpong, Tangsel. FOTO/SINDOnews/YULIANTO
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan penyesuaian dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara di Pilkada serentak 2020. Salah satunya, menambah keperluan logistik yang akan ditempatkan di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menyampaikan sejumlah logistik tambahan ini berkaitan dengan perlengkapan protokol kesehatan. Mengingat, Pilkada 2020 ini digelar dalam kondisi bencana non-alam COVID-19.

"Tadinya perlengkapan TPS itu hanya yang berkaitan dengan proses pemungutan dan penghitungan suara. Sekarang kita menambah banyak sekali, ada 13 item yang harus disiapkan oleh TPS nanti ketika hari pemungutan suara," kata Evi dalam konfrensi nasional secara virtual bertajuk 'Penyelenggaraan Pilkada di Era Pandemi', Rabu (14/10/2020). (Baca juga: KPU Sebut Tidak Ada Lagi Calon Kepala Daerah Positif Covid-19)

Dalam pemungutan suara nanti, TPS akan ditambah perlengkapan tempat cuci tangan dan sabun, atau setidak-tidaknya hand sanitizer. Tak hanya itu, TPS juga akan menyediakan sarung tangan plastik untuk pemilih dan sarung tangan medis bagi petugas.



TPS juga akan menyediakan masker, pelindung wajah (face shiled), tempat sampah, hingga disinfektan. Evi menyebut, disinfektan digunakan untuk keperluan sterilisasi TPS sebelum pemungutan suara berlangsung dan di pertengahan waktu pemungutan suara.

Selain itu, kata dia, TPS juga akan menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Sebelum masuk ke TPS, pemilih dicek suhu tubuhnya dan dipastikan tak bersuhu tubuh sama dengan atau lebih dari 37,3 derajat Celcius.

"Untuk mereka yang memiliki suhu tubuh 37,3 derajat Celcius itu kita siapkan di sekitar TPS ada ruang khususnya. Sehingga tidak berdekatan dengan petugas kita dan pemilih yang lain," ujarnya. (Baca juga: KPU Rembang: Ribuan Pemilih Belum Punya E-KTP)



Selain itu, TPS juga akan menyediakan alat tetes tinta. Evi menyebut, di Pilkada 2020 pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya tidak lagi diminta mencelupkan jari ke botol tinta. Sebagai gantinya, pemilih akan ditetesi tinta. Metode ini dinilai dapat mencegah penularan COVID-19.

Setiap TPS juga akan dilengkapi dengan dua baju hazmat. Baju ini disiapkan bagi petugas untuk mengantisipasi pemilih yang sakit saat datang ke TPS.

"Inilah perlengkapan-perlengkapan TPS yang kita siapkan dalam rangka untuk menegakkan protokol kesehatan di hari pemungutan suara," katanya.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top