Tak Mampu Garap Pipa Gas Semarang- Cirebon, BPH Migas Minta PT Rekayasa Industri Mundur
Jum'at, 25 September 2020 - 22:58 WIB
"Maka 7 Februari 2020 kita lakukan peletakan baru pertama dengan komitmen waktu dua tahun selesai, sehingga 7 Februari 2022 sudah tersalur pipa gas mulai dari Cirebon sampai Semarang," jelas Fanshurullah Asa.
Namun sudah 7 bulan ini belum ada kegiatan penyambungan pipa yang kendalamya bukan masalah pendanaan.
"Kenapa belum disalurkan bukan masalah pendanaan, kalau PT Rekayasa Industri belum siap, investor pendanaanya banyak yang siap, Kalau PT Rekayasa Industri tidak mampu bikinlah konsorsium," tegasnya.
Namun, persoalanya ada pada siapa yamg mau membeli gas, karena katanya pembelinya belum signifikan.
"Makanya saya menghadap bupati karena KIT Batang luar biasa Presiden langsung yang meresmikan. Oleh karena saya minta KIT Batang menciptakan siapa yang mau beli gasnya pasti penyambunganya pipa gasnya jadi,"janjinya.
Namun sudah 7 bulan ini belum ada kegiatan penyambungan pipa yang kendalamya bukan masalah pendanaan.
"Kenapa belum disalurkan bukan masalah pendanaan, kalau PT Rekayasa Industri belum siap, investor pendanaanya banyak yang siap, Kalau PT Rekayasa Industri tidak mampu bikinlah konsorsium," tegasnya.
Namun, persoalanya ada pada siapa yamg mau membeli gas, karena katanya pembelinya belum signifikan.
"Makanya saya menghadap bupati karena KIT Batang luar biasa Presiden langsung yang meresmikan. Oleh karena saya minta KIT Batang menciptakan siapa yang mau beli gasnya pasti penyambunganya pipa gasnya jadi,"janjinya.
Lihat Juga :