Dilema Kampanye Pilkada di Tengah Pagebluk Covid-19
Jum'at, 25 September 2020 - 09:02 WIB
(Baca: Kampanye di Tengah Pandemi, Lupakan Konser Manfaatkan Influencer)
Untuk itu, menurut pengamat politik Cecep Hidayat, aturan protokol kesehatan Covid-19 dan pengawasan harus benar-benar ditegakkan. Paslon, tim sukses, dan para pendukung harus sadar dan patuh terhadap protokol kesehatan.
Jika abai, mereka sendiri yang akan menjadi korban dari penularan virus Sars Cov-II. Maka, salah satu medium yang bisa digunakan untuk kampanye adalah melalui daring dengan mengandalkan media sosial (medsos) dan aplikasi pertemuan.
“Sekarang semua shifting gaya hidupnya ke online. Pelajar, mahasiswa, orang kantoran, dan ibu-ibu nonton youtube. Jadi hal biasa nantinya kampanye dengan daring seperti halnya kita kuliah dari bulan Maret ke Juni, sudah adaptasi,” ujar dosen Universitas Indonesia (UI) itu, Kamis (24/9/2020).
Sementara itu, pengamat politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar menerangkan kampanye dengan mengumpulkan massa di lapangan terbuka sudah tidak efektif apalagi dalam ancaman penyebaran virus Sars Cov-II. Masyarakat, menurutnya, saat ini lebih senang didatangi oleh paslon dan tim suksesnya.
Untuk itu, menurut pengamat politik Cecep Hidayat, aturan protokol kesehatan Covid-19 dan pengawasan harus benar-benar ditegakkan. Paslon, tim sukses, dan para pendukung harus sadar dan patuh terhadap protokol kesehatan.
Jika abai, mereka sendiri yang akan menjadi korban dari penularan virus Sars Cov-II. Maka, salah satu medium yang bisa digunakan untuk kampanye adalah melalui daring dengan mengandalkan media sosial (medsos) dan aplikasi pertemuan.
“Sekarang semua shifting gaya hidupnya ke online. Pelajar, mahasiswa, orang kantoran, dan ibu-ibu nonton youtube. Jadi hal biasa nantinya kampanye dengan daring seperti halnya kita kuliah dari bulan Maret ke Juni, sudah adaptasi,” ujar dosen Universitas Indonesia (UI) itu, Kamis (24/9/2020).
Sementara itu, pengamat politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar menerangkan kampanye dengan mengumpulkan massa di lapangan terbuka sudah tidak efektif apalagi dalam ancaman penyebaran virus Sars Cov-II. Masyarakat, menurutnya, saat ini lebih senang didatangi oleh paslon dan tim suksesnya.
Lihat Juga :