Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Senin, 13 Juli 2026 - 12:25 WIB
Rimba Mahardika Humas BSSN, Praktisi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional. Foto/istimewa
Rimba Mahardika
Humas BSSN, Praktisi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional
PERINGATAN Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi momentum penting tidak hanya bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan, tetapi juga sebagai studi krusial dalam diskursus ilmu komunikasi.
Di tengah masifnya arus informasi global yang kapitalistik, koperasi menghadapi tantangan disrupsi yang menuntut strategi komunikasi partisipatif dan pendekatan framing yang tepat untuk merawat nilai-nilai gotong royong.
Dalam ilmu komunikasi, khususnya dalam ranah Komunikasi Pembangunan, terdapat pandangan bahwa komunikasi bukan sekadar proses pengiriman pesan satu arah (linear), melainkan pertukaran makna yang setara dan dialogis. Teori ini berakar dari pemikiran tokoh komunikasi seperti Paulo Freire yang menekankan pentingnya dialogue dan pembebasan dari penindasan struktural melalui kesadaran kritis (conscientization).
Jika dikaitkan dengan koperasi, koperasi itu sendiri adalah bentuk perwujudan organisasi komunikasi yang bersifat partisipatif. Prinsip "dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota" mencerminkan komunikasi sirkular di mana setiap individu memiliki hak suara yang sama.
Humas BSSN, Praktisi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional
PERINGATAN Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi momentum penting tidak hanya bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan, tetapi juga sebagai studi krusial dalam diskursus ilmu komunikasi.
Di tengah masifnya arus informasi global yang kapitalistik, koperasi menghadapi tantangan disrupsi yang menuntut strategi komunikasi partisipatif dan pendekatan framing yang tepat untuk merawat nilai-nilai gotong royong.
Dalam ilmu komunikasi, khususnya dalam ranah Komunikasi Pembangunan, terdapat pandangan bahwa komunikasi bukan sekadar proses pengiriman pesan satu arah (linear), melainkan pertukaran makna yang setara dan dialogis. Teori ini berakar dari pemikiran tokoh komunikasi seperti Paulo Freire yang menekankan pentingnya dialogue dan pembebasan dari penindasan struktural melalui kesadaran kritis (conscientization).
Jika dikaitkan dengan koperasi, koperasi itu sendiri adalah bentuk perwujudan organisasi komunikasi yang bersifat partisipatif. Prinsip "dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota" mencerminkan komunikasi sirkular di mana setiap individu memiliki hak suara yang sama.
Lihat Juga :