Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan

Senin, 13 Juli 2026 - 12:25 WIB
Melalui komunikasi partisipatif ini, anggota muda didorong untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan melalui polling digital dan lokakarya interaktif daring. Hasilnya, terjadi peningkatan transparansi secara masif.

Anggota tidak hanya mendapatkan laporan keuangan secara real-time, tetapi juga merasa memiliki ruang untuk menyampaikan ide pemasaran kreatif.

Langkah ini sukses meningkatkan omzet koperasi, memperluas jangkauan pasar hingga ekspor, dan mengembalikan esensi gotong royong dalam format yang relevan dengan zaman modern.

Refleksi Akhir

Pada puncak perayaan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta (12/7/2026), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa koperasi merupakan alat bagi masyarakat kecil untuk menghimpun kekuatan kebersamaan. Beliau mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat jika bersatu.

Filosofi ini sangat dekat dengan nilai-nilai komunikasi, di mana solidaritas massa dan kekuatan kolektif hanya bisa dicapai melalui saluran komunikasi yang inklusif, transparan, dan partisipatif.

Oleh karena itu, di usia yang ke-79, koperasi harus terus mentransformasikan diri bukan hanya dari segi tata kelola ekonomi, tetapi juga dari segi kapasitas komunikasinya. Dengan menguasai narasi digital dan menerapkan komunikasi partisipatif, koperasi akan mampu menembus batas demografis, menarik minat kaum muda, dan benar-benar menjadi soko guru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!