Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Selasa, 23 Juni 2026 - 11:38 WIB
Di sisi lain, mahasiswa menuntut pihak universitas untuk membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa. "Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi 10 tuntutan," ujarnya.
Sementara, dalam video yang beredar, Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin mengakui kesalahannya. "Saya Muhammad Abdimaludin selaku Ketua BEM FH, saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut, 20 juta, dengan pembagian dengan kawan-kawan," ujar Abdi di depan para mahasiswa UBK.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengaku, program pemerintah masih banyak kekurangan. Untuk itu, ia menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakan berbagai program dan kebijakan nasional dengan membuka ruang dialog serta menyerap aspirasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Gibran saat menerima dan berdialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026) sore.
"Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama," tutur Gibran dalam keterangannya.
Ruang dialog itu terjadi saat Gibran membuka pintu saat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda. Adapun mahasiswa itu terdiri dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta.
Para mahasiswa menyampaikan aspirasi dan hasil kajian terkait sejumlah isu nasional, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan di wilayah tertinggal.
Sementara, dalam video yang beredar, Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin mengakui kesalahannya. "Saya Muhammad Abdimaludin selaku Ketua BEM FH, saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut, 20 juta, dengan pembagian dengan kawan-kawan," ujar Abdi di depan para mahasiswa UBK.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengaku, program pemerintah masih banyak kekurangan. Untuk itu, ia menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakan berbagai program dan kebijakan nasional dengan membuka ruang dialog serta menyerap aspirasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Gibran saat menerima dan berdialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026) sore.
"Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama," tutur Gibran dalam keterangannya.
Ruang dialog itu terjadi saat Gibran membuka pintu saat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda. Adapun mahasiswa itu terdiri dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta.
Para mahasiswa menyampaikan aspirasi dan hasil kajian terkait sejumlah isu nasional, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan di wilayah tertinggal.
Lihat Juga :