Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi

Rabu, 03 Juni 2026 - 07:16 WIB
Di banyak kota, kita menyaksikan fenomena yang semakin lazim: lulusan perguruan tinggi bekerja pada pekerjaan yang tidak sepenuhnya membutuhkan kompetensi yang mereka pelajari, sementara sebagian lainnya harus menunggu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk memperoleh pekerjaan pertama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama demokrasi Indonesia tidak lagi hanya berkaitan dengan distribusi kekuasaan, tetapi juga distribusi kesempatan.

Demokrasi yang sehat semestinya mampu menciptakan ruang bagi setiap warga untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Karakter generasi muda saat ini juga berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh di tengah arus informasi yang nyaris tanpa batas. Akibatnya, mereka lebih mudah mengenali jarak antara narasi dan realitas. Mereka tidak terlalu terpesona oleh pencitraan politik yang megah, slogan yang bombastis, atau klaim keberhasilan yang tidak mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi ini cenderung lebih menghargai keaslian, transparansi, dan hasil yang konkret. Mereka mungkin tidak selalu aktif dalam partai politik, tetapi mereka memiliki sensitivitas tinggi terhadap inkonsistensi kebijakan dan ketidaksesuaian antara janji dengan kenyataan.

Di sinilah demokrasi Indonesia menghadapi tantangan baru, bahwa Politik tidak bisa lagi semata-mata mengandalkan popularitas jangka pendek. Demokrasi perlu bertransformasi menjadi demokrasi yang produktif, yakni demokrasi yang mampu mengubah energi politik menjadi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. Sayangnya, konsistensi pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Setiap pergantian kepemimpinan seringkali diikuti oleh perubahan prioritas, perubahan program, bahkan perubahan narasi pembangunan. Padahal begitu banyak sektor strategis membutuhkan horizon waktu yang jauh lebih panjang dibanding siklus elektoral lima tahunan. Dalam konteks tersebut, politik daerah memegang peran yang sangat penting.

Jika pemerintah pusat merumuskan arah besar pembangunan nasional, maka pemerintah daerah sesungguhnya merupakan aktor yang menerjemahkan visi tersebut ke dalam realitas seharihari masyarakat. Kualitas pendidikan yang dirasakan warga, kemudahan berusaha, penciptaan lapangan kerja lokal, pengembangan industri daerah, hingga efektivitas pelayanan publik pada akhirnya sangat ditentukan oleh kapasitas pemerintah daerah dalam mengoperasionalisasikan agenda pembangunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!