Serikat Pekerja Dukung Restrukturisasi BUMN tapi Harus Hindari PHK

Jum'at, 01 Mei 2026 - 22:29 WIB
Tak hanya soal perlindungan tenaga kerja, FSP BUMN-IRA juga menyoroti isu integritas. Dalam momentum May Day tersebut, federasi menegaskan dukungan penuh terhadap pemberantasan korupsi di lingkungan BUMN dan anak usahanya. Menurut Sutisna, praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam keberlangsungan perusahaan dan masa depan pekerja beserta keluarganya.

Selain itu, federasi mendesak agar pemerintah dan pengelola BUMN membuka ruang dialog yang inklusif dengan serikat pekerja. Mereka menilai, keterlibatan pekerja sebagai pemangku kepentingan utama merupakan kunci keberhasilan transformasi BUMN.

"Dialog adalah kebutuhan fundamental dalam hubungan industrial. Pekerja tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan," ujarnya.

Di sisi internal, FSP BUMN-IRA juga berkomitmen mendorong peningkatan profesionalisme dan produktivitas pekerja sebagai bagian dari kontribusi terhadap transformasi BUMN. Dengan posisi ini, serikat pekerja mencoba mengambil peran strategis, bukan sekadar mengkritik, tetapi juga menjadi mitra dalam proses reformasi.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!