IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat

Kamis, 16 April 2026 - 13:09 WIB
Dalam pemaparannya, IISM menjelaskan riset ini tidak hanya berangkat dari pendekatan konvensional, tetapi juga mengembangkan kerangka analisis baru yang lebih kontekstual. Pendekatan yang digunakan merupakan integrasi antara Sustainable Livelihoods Approach (SLA), yang umum digunakan dalam studi pedesaan, dengan kerangka dari ICMM yang melihat relasi antara industri pertambangan dan komunitas.

Dari integrasi tersebut, IISM mengembangkan Developed Livelihood Mining Resilience Framework (DLMRF), yaitu kerangka untuk menganalisis ketahanan masyarakat di wilayah tambang dengan menghubungkan dimensi aset manusia, sosial, ekonomi, infrastruktur fisik, ekologis, kerentanan, dan tata kelola, serta menilai sejauh mana industri pertambangan mendukung penghidupan masyarakat lokal.

Diskusi berkembang ke isu-isu strategis seperti transparansi industri, penguatan tata kelola, partisipasi masyarakat, serta pentingnya memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil.

Manajer Program IISM Mokh Sobirin menekankan nilai utama dari kegiatan ini terletak pada kualitas dialog yang terbangun.

“Yang paling penting dari forum ini adalah ruang dialog yang terbuka. Kita melihat bagaimana berbagai perspektif bisa saling bertemu, bahkan berdebat secara konstruktif. Ini fondasi penting untuk perbaikan kebijakan ke depan,” ungkapnya.

Sobirin menambahkan transisi energi membutuhkan pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis pada realitas lokal, mengingat kompleksitas yang dihadapi masyarakat di wilayah pertambangan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!