Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, Menlu: Kita Kecam Keras, UNIFIL Harus Investigasi
Senin, 30 Maret 2026 - 18:21 WIB
“Kemudian juga mengecam keras insiden ini sekaligus mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan Israel di Lebanon Selatan. Kami meminta semua pihak melakukan deeskalasi dan juga kembali ke langkah-langkah atau meja-meja perundingan,” katanya.
Sugiono menilai konflik yang terjadi di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak global yang signifikan. Presiden Prabowo telah mengambil inisiatif berperan sebagai mediator guna mendorong tercapainya gencatan senjata.
Pemerintah Indonesia juga telah menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi para prajurit serta mengurus proses pemulasaraan jenazah Praka Farizal.
“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazahnya. Rencananya hari Senin pagi waktu New York, kepala perwakilan Indonesia di New York, di PBB, akan bertemu dengan Under-Secretary-Generals UN yang mengurusi masalah peacekeeping task force untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian atau pemulasaraan jenazah prajurit kita,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah Indonesia meminta UNIFIL melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab insiden tersebut. “Kemudian meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk menemukan sumber insiden ini,” ucapnya.
Sugiono menilai konflik yang terjadi di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak global yang signifikan. Presiden Prabowo telah mengambil inisiatif berperan sebagai mediator guna mendorong tercapainya gencatan senjata.
Pemerintah Indonesia juga telah menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi para prajurit serta mengurus proses pemulasaraan jenazah Praka Farizal.
“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazahnya. Rencananya hari Senin pagi waktu New York, kepala perwakilan Indonesia di New York, di PBB, akan bertemu dengan Under-Secretary-Generals UN yang mengurusi masalah peacekeeping task force untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian atau pemulasaraan jenazah prajurit kita,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah Indonesia meminta UNIFIL melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab insiden tersebut. “Kemudian meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk menemukan sumber insiden ini,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :