Transformasi Digital dan Karakter Pemuda
Selasa, 09 Desember 2025 - 20:08 WIB
Hendarman - Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/ Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Foto/Dok Pribadi
JAKARTA - Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen/Ketua Dewan Pakar Jabatan Fungsional Analis Kebijakan INAKI /Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan
Percepatan transformasi digital membawa perubahan besar dalam cara masyarakat Indonesia berinteraksi, belajar, bekerja, dan membangun identitas sosial. Kehadiran internet, media sosial, kecerdasan buatan, serta pola komunikasi instan menghadirkan peluang luar biasa, khususnya bagi pemuda Indonesia. Mereka adalah kelompok usia produktif dengan tingkat adaptasi tertinggi terhadap teknologi.
Perubahan ekosistem digital sering memunculkan fenomena disinformasi, budaya instan, polarisasi digital, online harassment, dan melemahnya interaksi sosial yang mengurangi kedalaman relasi dan kepekaan sosial. Dalam situasi ini, pembangunan karakter tidak lagi dapat dianggap sebagai urusan pendidikan semata, melainkan menjadi isu lintas sektor yang menuntut sinergi dan kolaborasi kebijakan secara sistemik.
Tantangan serius terkait pembangunan karakter bagi pemuda terutama terkait bagaimana menjaga nilai patriotik, kegigihan, dan empati. Ketiga nilai tersebut tampaknya perlu diangkat untuk membangun pemuda masa depan mengingat ketiganya menjadi fondasi keutuhan dan kemajuan bangsa.
Fenomena Era Digital dan Pemuda
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen/Ketua Dewan Pakar Jabatan Fungsional Analis Kebijakan INAKI /Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan
Percepatan transformasi digital membawa perubahan besar dalam cara masyarakat Indonesia berinteraksi, belajar, bekerja, dan membangun identitas sosial. Kehadiran internet, media sosial, kecerdasan buatan, serta pola komunikasi instan menghadirkan peluang luar biasa, khususnya bagi pemuda Indonesia. Mereka adalah kelompok usia produktif dengan tingkat adaptasi tertinggi terhadap teknologi.
Perubahan ekosistem digital sering memunculkan fenomena disinformasi, budaya instan, polarisasi digital, online harassment, dan melemahnya interaksi sosial yang mengurangi kedalaman relasi dan kepekaan sosial. Dalam situasi ini, pembangunan karakter tidak lagi dapat dianggap sebagai urusan pendidikan semata, melainkan menjadi isu lintas sektor yang menuntut sinergi dan kolaborasi kebijakan secara sistemik.
Tantangan serius terkait pembangunan karakter bagi pemuda terutama terkait bagaimana menjaga nilai patriotik, kegigihan, dan empati. Ketiga nilai tersebut tampaknya perlu diangkat untuk membangun pemuda masa depan mengingat ketiganya menjadi fondasi keutuhan dan kemajuan bangsa.
Fenomena Era Digital dan Pemuda
Lihat Juga :