Urgensi NU Kembali ke Khittah 1926, KH Imam Jazuli: Menegakkan Konstitusi Organisasi Keulamaan
Senin, 08 Desember 2025 - 14:36 WIB
Ia juga menegaskan bahwa arahan para Mustasyar, yang hadir sebagian dalam forum Tebuireng maupun forum lainnya, sebaiknya disampaikan melalui mekanisme resmi organisasi. “Forum-forum seperti Tebuireng, Ploso, Bangkalan, dan Babakan Cirebon harus dipahami sebagai nasihat sesepuh. Tidak perlu dibenturkan dengan mekanisme organisasi. Justru harus berjalan seiring untuk menguatkan keputusan Syuriyah,” ujarnya. Baca juga: Elite PBNU Dinilai Kehilangan Legitimasi, Diperlukan Reformasi Total Kepengurusan
Kiai Imam Jazuli juga meminta seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk menjaga akhlak dan etika dalam menyikapi dinamika ini. Ia mengimbau agar warga NU tidak menyebarkan narasi negatif atau konten yang mendiskreditkan para pimpinan.
“Mari kita kedepankan kemaslahatan dan akhlak dalam bermedia. Jangan mengunggah atau menyebarkan narasi yang merendahkan pimpinan NU. Kita jaga martabat jam’iyah dengan sikap dewasa, noleh, dan tawadhu’,” pesannya.
Ia mengajak umat untuk tetap menjaga persatuan dan marwah NU. “Semua langkah harus kembali kepada AD/ART. Di situlah rumah besar kita berdiri. Tegak lurus bersama Syuriyah dan Rais Aam adalah kunci menjaga NU tetap sebagai organisasi ulama. Wallahu a‘lam bish-shawab,” tuturnya.
Kiai Imam Jazuli juga meminta seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk menjaga akhlak dan etika dalam menyikapi dinamika ini. Ia mengimbau agar warga NU tidak menyebarkan narasi negatif atau konten yang mendiskreditkan para pimpinan.
“Mari kita kedepankan kemaslahatan dan akhlak dalam bermedia. Jangan mengunggah atau menyebarkan narasi yang merendahkan pimpinan NU. Kita jaga martabat jam’iyah dengan sikap dewasa, noleh, dan tawadhu’,” pesannya.
Ia mengajak umat untuk tetap menjaga persatuan dan marwah NU. “Semua langkah harus kembali kepada AD/ART. Di situlah rumah besar kita berdiri. Tegak lurus bersama Syuriyah dan Rais Aam adalah kunci menjaga NU tetap sebagai organisasi ulama. Wallahu a‘lam bish-shawab,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :