Urgensi NU Kembali ke Khittah 1926, KH Imam Jazuli: Menegakkan Konstitusi Organisasi Keulamaan

Senin, 08 Desember 2025 - 14:36 WIB
loading...
Urgensi NU Kembali ke...
KH Imam Jazuli menegaskan urgensi mengembalikan NU kepada khittah sebagai organisasi keulamaan di tengah dinamika internal yang melibatkan hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah di PBNU. Foto/Dok. SindoNews
A A A
CIREBON - Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli menegaskan urgensi mengembalikan Nahdlatul Ulama (NU) kepada khittah sebagai organisasi keulamaan di tengah dinamika internal yang melibatkan hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah di PBNU . Menurutnya, penataan ulang orientasi organisasi harus berpijak pada konstitusi tertinggi NU, yakni Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Dalam pernyataannya, Kiai Imam Jazuli menekankan bahwa NU sejak awal dirancang sebagai jam’iyah ulama yang menjunjung tinggi kepemimpinan keilmuan, bukan sekadar struktur administratif. “NU bukan organisasi manajerial seperti korporasi. NU adalah jam’iyah ulama yang kepemimpinannya dipimpin oleh Syuriyah dan Rais Aam. Di situlah letak marwah dan otoritas tertinggi organisasi,” katanya, Senin (8/12/2025). Baca juga: Atasi Konflik Internal PBNU, Sejumlah PWNU Desak Islah

Menurut Kiai Imam Jazuli, pasal-pasal fundamental seperti Pasal 14 dan Pasal 18 AD NU merupakan prinsip dasar (ushul) yang mengatur kedudukan Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi dan pemegang otoritas keagamaan serta kebijakan strategis. Sementara ketentuan lain yang bersifat teknis-prosedural, termasuk pasal yang kerap dijadikan rujukan oleh Tanfidziyah, berada pada level furu‘ (turunan).

“Dalam asas hukum berlaku kaidah lex inferiori derogat legi superiori. Peraturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Maka ketentuan teknis tidak bisa menafikan kewenangan Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi,” ujarnya.

Kiai Imam Jazuli menilai bahwa mayoritas Nahdliyin memiliki kesadaran tinggi bahwa keputusan Syuriyah adalah keputusan tertinggi dalam hierarki organisasi. “Mengabaikan keputusan Syuriyah, sama artinya dengan mengabaikan ushul organisasi itu sendiri,” terangnya.

Merespons berbagai forum kultural yang muncul, mulai dari Ploso, Tebuireng, Bangkalan, hingga Babakan Cirebon, Kiai Imam menegaskan bahwa posisi forum-forum tersebut harus ditempatkan secara proporsional.
“Forum Ploso dan Tebuireng menyerukan islah. Forum Bangkalan dan Babakan membela marwah Syuriyah. Keduanya penting sebagai pandangan moral para sesepuh, tetapi bukan forum resmi penyelesai konflik,” tegas Kiai muda ini.

“Mekanisme resmi tetap melalui Syuriyah, mulai Pleno, atau Majelis Tahkim bila diperlukan. Berlanjut Munas Alim Ulama untuk mempersatukan pandangan para ulama hingga Konbes dan diakhiri Muktamar ke-35 NU” jelasnya.

Tegak Lurus bersama Syuriah dan Rais Aam
Kiai Imam Jazuli menegaskan bahwa jalan keluar terbaik atas dinamika internal PBNU adalah tegak lurus bersama Syuriyah dan Rais Aam. Ia menyampaikan dukungan atas rencana Syuriyah PBNU menggelar Rapat Pleno, termasuk agenda pengangkatan Pj Ketua Umum dan penetapan waktu pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

“Menegakkan supremasi Syuriyah berarti menegakkan khittah NU. Karena itu, semua pihak harus menghormati dan taat atas keputusan Rais Aam, serta mendukung langkah Syuriyah PBNU yang akan menggelar Pleno pada 9–10 Desember 2025,” tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa arahan para Mustasyar, yang hadir sebagian dalam forum Tebuireng maupun forum lainnya, sebaiknya disampaikan melalui mekanisme resmi organisasi. “Forum-forum seperti Tebuireng, Ploso, Bangkalan, dan Babakan Cirebon harus dipahami sebagai nasihat sesepuh. Tidak perlu dibenturkan dengan mekanisme organisasi. Justru harus berjalan seiring untuk menguatkan keputusan Syuriyah,” ujarnya. Baca juga: Elite PBNU Dinilai Kehilangan Legitimasi, Diperlukan Reformasi Total Kepengurusan

Kiai Imam Jazuli juga meminta seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk menjaga akhlak dan etika dalam menyikapi dinamika ini. Ia mengimbau agar warga NU tidak menyebarkan narasi negatif atau konten yang mendiskreditkan para pimpinan.

“Mari kita kedepankan kemaslahatan dan akhlak dalam bermedia. Jangan mengunggah atau menyebarkan narasi yang merendahkan pimpinan NU. Kita jaga martabat jam’iyah dengan sikap dewasa, noleh, dan tawadhu’,” pesannya.

Ia mengajak umat untuk tetap menjaga persatuan dan marwah NU. “Semua langkah harus kembali kepada AD/ART. Di situlah rumah besar kita berdiri. Tegak lurus bersama Syuriyah dan Rais Aam adalah kunci menjaga NU tetap sebagai organisasi ulama. Wallahu a‘lam bish-shawab,” tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Rekomendasi
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Berita Terkini
Menekraf Ajak Generasi...
Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved