COP30 di Brasil, RI Perkuat Kolaborasi Global Pengelolaan Gambut Tropis

Minggu, 23 November 2025 - 11:31 WIB
Dalam sambutannya, Franziska Tanneberger menekankan pentingnya kerja sama yang berbasis sains. “Deklarasi bersama ini mencerminkan komitmen kami untuk membekali pengambil kebijakan, praktisi, dan komunitas lokal dengan informasi yang kredibel, analisis yang kuat, serta perangkat praktis guna mendukung konservasi dan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Bambang Supriyanto mengatakan, Forestry Interim Secretariat ITPC akan terus menjalankan peran sebagai pusat kolaborasi internasional untuk pengelolaan gambut tropis di Asia Tenggara, Cekungan Kongo, dan Amazon. Kolaborasi dengan Greifswald Mire Centre akan membawa kerja sama internasional ke tingkat yang lebih tinggi. ”Khususnya dalam pemetaan, pemantauan, pengembangan riset, pertukaran pembelajaran, serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan, webinar, dan konferensi,” ujarnya. Baca juga: COP30 Belém, Indonesia-Korea Bahas Kerja Sama Restorasi Mangrove

Ia menambahkan ITPC juga siap memperluas kemitraan dengan pemerintah negara-negara sahabat, lembaga penelitian, sektor swasta, perguruan tinggi, dan organisasi internasional. Hal ini seiring dengan agenda penguatan aksi kolaborasi pada 2026 dan seterusnya.

Deklarasi ini juga mengakui kontribusi serta dukungan mitra global seperti UNEP, FAO, CIFOR, dan lembaga riset nasional. Juga menegaskan pentingnya ekosistem gambut dalam berbagai konvensi dan agenda internasional, antara lain UNCBD, UNCCD, UNFCCC, Konvensi Ramsar, Perjanjian Paris, Deklarasi Brazzaville, Global Peatlands Initiative, dan Peatland Breakthrough.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!