Redenominasi: Sinyal Kebijakan atau Sekadar Kosmetik Moneter?
Sabtu, 22 November 2025 - 18:25 WIB
Listya Endang Artiani, Ekonom Universitas Islam Indonesia. Foto/istimewa
Listya Endang Artiani
Ekonom Universitas Islam Indonesia
REDENOMINASI kembali menjadi sorotan publik dan pasar. Meski sekilas tampak sebagai langkah sederhana sekadar mengurangi deret nol pada mata uang, kebijakan ini memiliki dimensi ekonomi, psikologis, dan politik yang kompleks. Bagi masyarakat umum, redenominasi sering dipersepsikan sebagai upaya mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi. Namun bagi investor langkah ini menjadi instrumen pembacaan yang lebih dalam, apakah pemerintah benar-benar memperkuat fondasi makro, atau justru hanya merapikan tampilan ekonomi tanpa membenahi struktur yang masih bermasalah.
Dalam dunia kebijakan, redenominasi sering berfungsi sebagai “bahasa tubuh” pemerintah sebuah isyarat yang menunjukkan seberapa matang dan terkoordinasinya institusi negara. Cara kebijakan ini disiapkan, dikomunikasikan, dan pelaksanaannya mencerminkan kualitas manajemen ekonomi nasional. Investor dapat menilai arah kebijakan moneter, disiplin fiskal, hingga efektivitas koordinasi antar-lembaga hanya dari bagaimana pemerintah mengelola proses redenominasi. Karena itu, keberhasilan atau kegagalan redenominasi sering lebih ditentukan oleh kredibilitas pemerintah dibandingkan aspek teknisnya.
Ekonom Universitas Islam Indonesia
REDENOMINASI kembali menjadi sorotan publik dan pasar. Meski sekilas tampak sebagai langkah sederhana sekadar mengurangi deret nol pada mata uang, kebijakan ini memiliki dimensi ekonomi, psikologis, dan politik yang kompleks. Bagi masyarakat umum, redenominasi sering dipersepsikan sebagai upaya mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi. Namun bagi investor langkah ini menjadi instrumen pembacaan yang lebih dalam, apakah pemerintah benar-benar memperkuat fondasi makro, atau justru hanya merapikan tampilan ekonomi tanpa membenahi struktur yang masih bermasalah.
Dalam dunia kebijakan, redenominasi sering berfungsi sebagai “bahasa tubuh” pemerintah sebuah isyarat yang menunjukkan seberapa matang dan terkoordinasinya institusi negara. Cara kebijakan ini disiapkan, dikomunikasikan, dan pelaksanaannya mencerminkan kualitas manajemen ekonomi nasional. Investor dapat menilai arah kebijakan moneter, disiplin fiskal, hingga efektivitas koordinasi antar-lembaga hanya dari bagaimana pemerintah mengelola proses redenominasi. Karena itu, keberhasilan atau kegagalan redenominasi sering lebih ditentukan oleh kredibilitas pemerintah dibandingkan aspek teknisnya.
Lihat Juga :