Pernyataan Wakapolri Soal Keterlibatan Preman dalam Penggunaan Masker Disalahtafsir
Senin, 14 September 2020 - 19:40 WIB
Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny J. Mamoto (kanan).Foto: Okezone
JAKARTA - Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny J. Mamoto menilai pernyataan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono soal penggunaan istilah preman dalam pelibatan penggunaan masker untuk penanganan Covid-19 disalahtafsirkan.
Benny menyatakan yang dimaksudkan Gatot adalah pemberdayaan seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan pasar tradisional. Karena pasar tradisional memiliki ciri khas sesuai kearifan lokalnya, maka pendekatannya pun perlu disesuaikan.
Dalam tugas sosialisasi protokol kesehatan, semua komponen masyarakat dilibatkan, termasuk tokoh masyarakat, tokoh informal, sesepuh, tokoh yang dituakan di pasar tersebut yang punya pengaruh. Tujuannya agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan.
"Penggunaan istilah preman justru menyesatkan dan menyinggung perasaan orang yang dituju," kata Benny, Minggu (13/9/2020).
Benny menyatakan yang dimaksudkan Gatot adalah pemberdayaan seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan pasar tradisional. Karena pasar tradisional memiliki ciri khas sesuai kearifan lokalnya, maka pendekatannya pun perlu disesuaikan.
Dalam tugas sosialisasi protokol kesehatan, semua komponen masyarakat dilibatkan, termasuk tokoh masyarakat, tokoh informal, sesepuh, tokoh yang dituakan di pasar tersebut yang punya pengaruh. Tujuannya agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan.
"Penggunaan istilah preman justru menyesatkan dan menyinggung perasaan orang yang dituju," kata Benny, Minggu (13/9/2020).
Lihat Juga :