PSBB Jilid II DKI Jakarta Harus Miliki Target yang Jelas

Minggu, 13 September 2020 - 09:30 WIB
Jika aktivitas terlalu lama dipaksa berhenti tanpa ada kejelasan kapan berakhir, maka kebijakan PSBB ini menjadi kontra produktif terhadap perekonomian. Rifki menjelaskan kebijakan ini akan berdampak pada masyarakat kelas menengah ke bawah.

Mereka tidak memiliki pilihan lain selain melakukan aktivitas untuk menyambung hidup, entah itu bekerja maupun berjualan. "Jika terlalu lama PSBB, masyarakat akan jenuh dan malah menjadi tidak, patuh. Hasilnya, PSBB akan memberikan pengaruh yang nihil untuk menurunkan kasus Covid-19," katanya. (Baca juga: Polemik PSBB Perkuat Kesan Jegal Menjegal Pilpres 2024 )

Rifki menerangkan jika PSBB ini gagal mencapai target, pemerintah harus mencari strategi lain untuk meredam penyebaran virus Sars Cov-II. Dia mengusulkan kebijakannya nantinya diganti karantina wilayah secara mikro, khususnya di daerah yang penambahan kasus aktifnya tinggi.

Wilayah lain yang jumlah orang terpapar COVID-19 bisa melakukan adaptasi kebiasaan baru. Kondisi ini dinilai lebih efektif menggerakan kegiatan perekonomian.

"Ini akan menjadi faktor pendorong bagi masyarakat dan pemerintah tingkat kota untuk menurunkan angka kasus aktif di DKI Jakarta. Dengan demikian, kesadaran dan pengendalian diri dari masyarakat juga akan tumbuh untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!