PSBB Jilid II DKI Jakarta Harus Miliki Target yang Jelas

Minggu, 13 September 2020 - 09:30 WIB
loading...
PSBB Jilid II DKI Jakarta...
Penerapan PSBB kembali di Jakarta harus memiliki target, indikator, dan waktu yang jelas. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Langkah ini harus memiliki target, indikator, dan waktu yang jelas.

Peneliti The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), M Rifki Fadilah mengatakan, target dalam PSBB jilid II ini harus jelas, misalnya, dalam dua minggu ada penurunan kasus positif hingga 30%. Dengan demikian, efektivitas PSBB dapat diukur.

PSBB jilid II ini, menurutnya, akan memiliki eksternalitas yang negatif bagi perekonomian. Implikasinya, proses pemulihan ekonomi dalam jangka pendek akan terhambat. (Baca juga: Besok PSBB Diperketat, Warga Maksimalkan Olahraga di SUGBK )

"PSBB jilid II tentu membawa konsekuensi yang tidak mudah bagi perekonomian. Terlebih DKI Jakarta menjadi tulang punggu perekonomian Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (13/9/2020).

Jika aktivitas terlalu lama dipaksa berhenti tanpa ada kejelasan kapan berakhir, maka kebijakan PSBB ini menjadi kontra produktif terhadap perekonomian. Rifki menjelaskan kebijakan ini akan berdampak pada masyarakat kelas menengah ke bawah.

Mereka tidak memiliki pilihan lain selain melakukan aktivitas untuk menyambung hidup, entah itu bekerja maupun berjualan. "Jika terlalu lama PSBB, masyarakat akan jenuh dan malah menjadi tidak, patuh. Hasilnya, PSBB akan memberikan pengaruh yang nihil untuk menurunkan kasus Covid-19," katanya. (Baca juga: Polemik PSBB Perkuat Kesan Jegal Menjegal Pilpres 2024 )

Rifki menerangkan jika PSBB ini gagal mencapai target, pemerintah harus mencari strategi lain untuk meredam penyebaran virus Sars Cov-II. Dia mengusulkan kebijakannya nantinya diganti karantina wilayah secara mikro, khususnya di daerah yang penambahan kasus aktifnya tinggi.

Wilayah lain yang jumlah orang terpapar COVID-19 bisa melakukan adaptasi kebiasaan baru. Kondisi ini dinilai lebih efektif menggerakan kegiatan perekonomian.

"Ini akan menjadi faktor pendorong bagi masyarakat dan pemerintah tingkat kota untuk menurunkan angka kasus aktif di DKI Jakarta. Dengan demikian, kesadaran dan pengendalian diri dari masyarakat juga akan tumbuh untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum GIM Dukung Putusan...
Ketum GIM Dukung Putusan MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Ironi Sampah di Jantung...
Ironi Sampah di Jantung Jakarta
Imajinasi Mudik ke Jakarta
Imajinasi Mudik ke Jakarta
Dirjen Polpum Kemendagri...
Dirjen Polpum Kemendagri Ajak Masyarakat Bela Negara melalui Ketahanan Pangan
Tetap Dukung Pramono...
Tetap Dukung Pramono meski Beda Partai, Prabowo: Supaya DKI Aman dan Selamat
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
Rekomendasi
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved