Dai Harus Pahami Ayat dan Wasiat Rasulullah dalam Berdakwah

Minggu, 13 September 2020 - 09:30 WIB
Menurut dia, jika para ustaz atau dai bisa berpegang pada ayat ini bahwa dalam berdakwah meneruskan risalah nubuwah atau risalah kenabian yang memiliki visi besar, yaitu rahmatan lil alamin, maka ini harus menjadi prinsip bersama dalam menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin.

”Tentunya hal itu berkaitan dengan peran seorang ustaz di tengah masyarakat dengan membawa nilai Islam. Jangan Islam yang ditawarkan atau yang disampaikan adalah bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, seperti caci maki, memfitnah, produksi hoaks,” tuturnya.

Karena itu, pria yang biasa disapa Kiai Ali ini menyampaikan jika ada tokoh atau ustaz yang sudah mulai mengarahkan kepada untuk menyebar hoaks, kemudian mencaci dan memfitnah, tentunya hal ini sudah keluar dari ajaran Nabi Muhammad. Karena ajaran Nabi itu tentunya yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.

”Bagaimana ingin membersihkan umat, bagaimana ingin mengajak umat untuk rahmatan lil alamin, kalau dirinya sendiri belum tuntas menjadi pribadi yang rahmatan lil alamin? Tentunya hal itu bisa terlihat dari ekspresi, cara ceramah dan materi dakwahnya ini bisa dilihat,” tuturnya.( Baca juga: Kepahlawanan Ulama dan Cita-cita Bangsa )

Dia melanjutkan, bahwa bagi orang yang hidup di Arab, yang ikuti sistem di Arab, kalau disana kerajaan, ikuti saja, karena mereka hidup di sana. Kalau di Indonesia maka wajib mengikuti kesepakatan yang disepakati oleh para pendiri bangsa, yakni yang sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!