Mencontoh Jenderal Soemitro: Mundur dari Jabatan, Gagal Atasi Demo Malari 1974

Kamis, 11 September 2025 - 18:40 WIB
Peristiwa demonstrasi DPR Agustus-September 2025 memiliki kesamaan dengan Malari 1974, yaitu demostrasi dilakukan oleh mahasiswa, muncul aksi penjarahan dan pembakaran yang memunculkan korban jiwa. Peristiwa demo DPR bahkan terjadi diberbagai kota, Malari 1974 yang hanya terjadi di Jakarta . Dalam peristiwa Malari 1974 Rumah Aspri Presiden Suharto Ali Moertopo dan Soejono Humardani nyaris di hancurkan oleh massa,tetapi berhasil di cegah oleh pasukan tentara, berbeda dengan aksi Agustus dan September 2025, massa berhasil menjarah rumah Anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dalam peristiwa Malari 1974 Jenderal Soemitro yang menjadi Wakil Panglima dan Pangkopkamtib, merupakan menangungjwab keamanan dan ketertiiban , jabatan yang sangat powerful di era Orde Baru, memilih untuk melepaskan jabatannya, meski Presiden Soeharto masih menginginkan untuk tetap menjabat.

Presiden Soeharto menilai Peristiwa Malari terjadi bukan hanya kesalahan Jenderal Soemitro, tetapi kesalahan semuanya termasuk Presiden, Presiden Soeharto sangat bijak tidak menginginkan muncul perpecahan dalam interal ABRI, setelah periswa malari 1974. Jenderal Soemitro berjiwa kesatria,memilih bertangungjawab atas kejadian peristiwa Malari 1974, Jenderal Soemitro tidak mau melempar kesalahan kepada anak buahnya.

Saat terjadi Demonstrasi pembubaran di DPR, dan insiden tewasnya pengemudi Ojek Online Affan Kurniawan terlindas kendaraan Taktis (rantis) Brimob Polri di Jalan Penjernihan, Penjompongan Jakarta Pusat, Kamis Malam28 Agustus 2025.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban nasional, diminta oleh organansi sipil yang berjumlah 213 untuk mundur dari jabatan Kapolri karena dinilai gagal mengubah watak represi polisi. Koalisi organiasi masyakat sipil juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar Institusi Polri di evaluasi dan di reformasi secara menyeluruh (Tempo 29 Agutus 2025).

Kapolri meresponspermintaan pencopotan dengan mengatakan Pencoptan itu merupakan hak prerogatif presiden Prabowo Subianto. Kita prajurit kapan saja siap ( Tempo 30 Agutus 2025)

Perwira Brimob Kompol Cosmas K Gae yang berada dalam Rantis yang menindas Affan Kurniawan, dijatuhi sangsi pemberhentian tidak dengan hormat PTDH.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat mencontohi sikap kesatria dari Jenderal Soemitro, yang mundur dari jabatan meski Presiden Soeharto masih mempertahankan. Jenderal Soemitro tidak mau membebani Presiden Soeharto. Jenderal Soemitro, tidak mengorbankan dan melimpahkan kesalahan kepada bawahan.

Selepas mundur dari jabatan, Jenderal Soemitro diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Dubes di Amerika Serikat, Jenderal Soemitro menolak. Jenderal Soemitro memilih pensiun dalam usia yang tergolong muda 49 tahun.

Meski tidak lagi dalam lingkaran kekuasan, Soemitro tetap setia, loyal kepada Presiden Soeharto. Sampai wafat di tahun 1998, Soemitro hanya memasang foto presiden Soeharto di ruang kerjanya, tanpa foto Wakil Presiden.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!