Memperkuat UMKM lewat Kepemilikan Rantai Pasok dan Transformasi Digital

Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:14 WIB
Memberikan kepemilikan rantai pasok kepada UMKM bukan sekadar soal teknis—ini adalah misi strategis nasional. Pemerintah, korporasi besar, penyedia teknologi, akademisi, dan masyarakat sipil harus bersinergi untuk, pertama, Mengembangkan klaster industri daerah berbasis kolaborasi antarpelaku UMKM dalam satu rantai nilai.

Kedua, memperluas infrastruktur digital hingga ke pelosok—agar tidak ada UMKM yang tertinggal. Ketiga, memberikan pelatihan dan insentif untuk adopsi teknologi, inovasi produk, dan praktik usaha berkelanjutan. Keempat, mendorong pembiayaan inklusif, baik lewat fintech, koperasi, maupun model investasi berdampak (impact investment).

Sebagai seseorang yang aktif membina UMKM di berbagai sektor, saya menyaksikan sendiri bagaimana usaha kecil bisa berkembang pesat ketika diberi kepercayaan dan akses. Baik di sektor pariwisata, pangan, manufaktur, maupun kreatif—rumusnya sama: kepemilikan, teknologi, dan pemberdayaan.

Menuju Indonesia Mandiri dan Kompetitif

Kita sedang memasuki era baru—dimana rantai pasok global bergeser, ekonomi digital tumbuh pesat, dan keberlanjutan menjadi syarat utama. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton—kita harus menjadi pemimpin. Kuncinya adalah menjadikan 64 juta UMKM kita sebagai pemilik, inovator, dan eksportir.

Dari bangsa penyuplai bahan mentah, kita harus menjadi bangsa pencipta nilai tambah. Dengan langkah ini, kita tidak hanya membangun ekonomi yang kuat—kita juga membangun martabat dan masa depan rakyat Indonesia.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!