Dimensi Islam Berkemajuan Ibadah Kurban

Selasa, 03 Juni 2025 - 20:49 WIB
Salah satunya manfaat air susu yang berasal dari hewan ternak (QS.Al Mu’minun:21). Perhatian serta hikmah pengelolaan hewan ternak tidak luput dari perhatian Islam. Media pembelajarannya, kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad dan Nabi Musa pernah menjadi pengembala.

Ibadah kurban tidak hanya sebatas menghimpun dan menyalurkan. Caraberibadah kurban diatur oleh Islam. Tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Hewan kurban yang dalam kondisi sakit dan cacat. Buta salah satu atau kedua mata, pincang, tidak diperkenakan dikurbankan.

Pesan dari larangan tersebut. Ibadah kurban haruslah dilakukan melalui kaidah, memberikan yang terbaik tidak hanya kepada Tuhan tetapi juga kepada manusia. Selain menjaga kualitas hewan, larangan menyembelih hewan kurban yang sakit atau cacat bertujuan untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan manusia yang akan mengonsumsi daging kurban (tidak layak konsumsi).

Islam turut memberikan aturan bagaimana cara yang baik (adab) menyembelih hewan kurban. Menggunakan pisau yang tajam. Tidak dianjurkan mengasah pisau di hadapan hewan kurban. Upaya dilakukan untuk mencegah hewan mengalami ketakutan, stres. Ketika menyembelih, posisi pisau ditempatkan di leher.

Adab menyembelih hewan kurban merupakan cerminan Islam menghendaki perbuatan baik (ihsan) tidak hanya diberlakukan terhadap manusia tetapi pada hewan. Hewan memiliki hak terhindar dari unsur atau tindakan yang menyiksa.

Pelaksanakan inovasi (tajdid) pada aspek hukum terkait penyaluran daging kurban dengan mengedepankan prinsip kepentingan publik (masalahat) dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Melalui Fatwa MUI Nomor 37 Tahun 2019 tentang Pengawetan dan Pendistribusian Daging Kurban Dalam Bentuk Olahan. MUI menetapkan, hukum pengelolaan daging kurban yang akan didistribusikan dengan cara diolah dan diawetkan dalam bentuk kornet, rendang dan atau sejenisnya, boleh (mubah).

Tindaklanjut fatwa, Lembaga Zakat menginformasikan kepada pekurban, penyaluran hewan kurban bisa dilakukan melalui kemasan kaleng yang diolah menjadi rendang atau kornet. Daging hewan yang diolah dalam kemasan, selain lebih tahan lama. Bisa disalurkan ke daerah terluar dan terpencil, sekaligus bisa disalurkan untuk korban bencana.

Menjaga Semangat Islam Berkemajuan

Seluruh uraian terkait fasalafah Islam berkemajuan dalam ibadah kurban akan terjun bebas, tercerabut dari akar berkemajuan karena perubahan cara pandang dan perilaku. Semangat memperbaiki, memperbaharui, takwa dan masalahat tergerus oleh semangat ekonomi transaksional.

Prinsip yang dikedepankan, hewan cepat laku dan cepat habis. Perang harga, paling murah, diskon, bonus melalui pemberian cuma - cuma lebih diutamakan, aspek berkemajuan dipinggirkan. Jika marak terjadi, ibadah kurban yang semula mengandung semangat Islam yang memajukan terjun bebas menjadi Islam yang memerosotkan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!