Prokontra Pembukaan Sekolah saat Pandemi Masih Melanda

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 13:04 WIB
Terlebih juga belajar secara tatap muka dirasa lebih efektif dalam membentuk pemahaman siswa ketimbang belajar secara online.“Banyak siswa yang merasa lebih mengerti apabila sekolah secara langsung tatap muka daripada menggunakan daring,” ujar Monik, orang tua siswa.(Baca juga: Novel Baswedan Positif Covid-19 )

Efektivitas proses belajar dalam membentuk pemahaman juga bersumber dari ketidakmampuan orang tua, baik secara wawasan maupun keahlian teknologi untuk mendampingi anak-anak mereka selama belajar online. Semua ini diakui pada akhirnya sangat menghambat proses pembelajaran di rumah.“Saya bingung kalau sudah harus pakai aplikasi macam-macam, ribet,” ujar Ike, seorang ibu dari dua anak yang masih duduk di bangku SD.

Pandangan berbeda diungkapkan oleh 50% responden lainnya. Mereka tidak setuju atas pembukaan sekolah di tengah pandemi meskipun sudah berstatus hijau dan kuning. Hal ini didasarkan dengan melihat risiko penularan yang masih sangat tinggi.(Baca juga: Sindiran Megawati ke KAMI Cuma 'Balas Pantun' Politik )

Bagi Ahadiyanto, seorang karyawan di Jakarta, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat, sementara anak-anak menjadi kelompok yang rentan terhadap Covid-19.

“Anak-anak rentan sekali terhadap penularan penyakit ini karena mereka sering abai terhadap proteksi diri khususnya penggunaan alat pelindung seperti masker. Sering lupa cuci tangan juga kalau sudah main,” ujarnya.

Meski demikian, kalaupun sekolah terpaksa dibuka, maka 93% responden setuju untuk menerapkan sistem masuk sekolah secara bergilir. Wisnu, salah satu responden asal Bekasi menyebut sistem gilir bisa dilakukan dengan cara membatasi jumlah siswa yang masuk dengan membagi jadwal dalam beberapa sesi. Dengan demikian jarak fisik tetap terjaga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!